NEWSTICKER

Selain Dugaan Pemaksaan Penggunaan Jilbab, SMAN 1 Banguntapan Juga Kedapatan Jual Seragam

2 August 2022 20:41

Pihak sekolah SMA Negeri 1 Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, buka suara soal dugaan pemaksaan penggunaan jilbab terhadap salah satu siswi. Kepala sekolah mengatakan guru bimbingan konseling (BK) tidak melakukan pemaksaan, melainkan hanya mengajarkan cara menggunakan jilbab. 

Pembimbing Siswi, Yuliani membantah pernyataan itu. Yuliani menjelaskan saat kejadian siswi dipanggil ke ruangan BK yang berisi dua guru BK dan satu orang wali kelas. Siswi tersebut disodorkan sejumlah pertanyaan hingga merasa tertekan. Pertanyaan meliputi alasan siswi tersebut tidak mau menggunakan jilbab hingga masalah latar belakang keluarga.

Akibat kejadian itu, siswi tersebut mengalami depresi sampai akhirnya terpaksa minum obat penenang. Hingga kini siswi masih menutup diri dan tengah menjalani pendampingan psikologis.

Kasus pemaksaan pemakaian jilbab itu muncul salah satunya karena pembelian paket seragam termasuk jilbab bagi siswi muslim itu dilakukan di sekolah. Padahal, aturan pemerintah sudah melarang sekolah menjual seragam

Yuliani menyatakan SMAN 1 Banguntapan melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 yang menyatakan guru, karyawan, dan komite dilarang menjual seragam sekolah dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 45 Tahun 2014 yang menunjukkan larangan pihak sekolah memaksa peserta didiknya memakai pakaian seperti jilbab.