NEWSTICKER

Fact Check: Air Mata Mampu Lunturkan Hukuman Mati?

14 January 2023 13:36

Jelang akhir persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua, pekan ini ruang sidang penuh air mata. Dua terdakwa, yaitu Sambo dan Putri Candrawathi kembali menjalani pemeriksaan.

Ada beberapa hal yang dikonfrontir oleh Majelis Hakim di persidangan pekan ini. Terdakwa Ferdy Sambo, tampak menunjukkan emosinya saat ditanya hakim perihal niat menghabisi Brigadir Yosua, saat  mengetahui peristiwa pelecehan yang disebutkan istrinya.

Sambo menyebut tetap percaya bahwa cerita istrinya yang mengaku dilecehkan Brigadir Yosua adalah kebenaran. Soal sambo yang pernah mengatakan ke Sugeng Putut bahwa kejadian Magelang ilusi, adalah hanya untuk membenarkan skenario tembak menembak. Sambo mengklarifikasi soal pelecehan di magelang hanya ilusi, lantaran tak mau orang tahu kejadian itu.

Terdakwa Ferdy Sambo menyesal tidak berpikir logis saat mendengar cerita pelecehan seksual dari istrinya Putri Candrawati. Ketika makin didesak untuk menjelaskan kebenaran kejadian di Magelang, Putri terus bercucuran air mata. Tangisan Putri itu, dipicu ketika hakim membacakan keterangan saksi yang menyebut pelecehan seksual di Magelang adalah ilusi. Pelecehan tidak akan diungkap jika skenario adu tembak berhasil.

Sidang pemeriksaan terdakwa Putri Chandrawathi, penuh dengan air mata. Sejak sidang digelar, seperti yang ada, Putri bercucuran air mata, hingga hakim bertanya, apakah sidang bisa berlanjut atau tidak. Namun, banyak pendapat beredar di kalangan masyarakat bahwa tangisan mereka adalah tangisan palsu dan berusaha untuk meringankan hukuman mati.