2 April 2023 17:20
Bulan Ramadan menjadi berkah bagi pengusaha janggelan atau cincau hitam di Pacitan, Jawa Timur. Kesibukan di rumah usaha janggelan milik Haris Kuswanto warga Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, Pacitan, Jawa Timur, seakan tidak berhenti.
Pesanan janggelan terus meningkat dari biasanya 40-60 ember perhari, kini naik 10 kali lipat menjadi 400-700 ember. Peningkatan permintaan membuat Haris harus menambah karyawannya, dari yang semula empat orang menjadi 12 orang.
Janggelan atau cincau hitam banyak diburuh warga untuk dicampur dengan minuman segar, seperti es campur dan kudapan lainnya.
Permintaan bukan hanya datang dari Pacitan. Namun, juga daerah lain seperti Ponorogo, dan Wonogiri. Cincau hitam atau janggelan dibuat dari tanaman janggelan yang banyak dibudidayakan oleh petani lokal.
Janggelan Pacitan bahkan dikenal memiliki kualitas super. Proses pengolahannya dimulai dengan mengeringkan daun janggelan, setelah itu daun yang sudah kering direbus selama tujuh jam.
Air rebusan lalu dipisahkan dengan ampasnya, baru kemudian dimasukan ke dalam cetakan dan menunggu dingin, janggelan pun siap di jual.