NEWSTICKER

Komnas HAM: Pemeriksaan Balistik Ditunda Karena Ada Perkembangan Baru

5 August 2022 17:05

Setelah satu bulan, baru ada satu tersangka pembunuhan Brigadir Yosua. Untuk membongkar kasus ini diperlukan beberapa bukti kunci, di antaranya uji balistik, jejak digital ponsel, CCTV dan juga keterangan istri Irjen Pol Ferdy Sambo.

Komnas HAM terus menggali informasi untuk menguak kematian Brigadir J. Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Kapsara membenarkan bahwa pada Jumat (5/8/2022) pihaknya telah meminta keterangan dari Tim Cyber dan juga Tim Khusus Polri.

Beka Ulung mengatakan agenda pemeriksaan kali ini adalah meminta keterangan terkait balistik, namun dari Tim Khusus Polri menunda hal tersebut karena adanya perkembangan baru pada balistik. Pemeriksaan pun dijadwalkan ulang pada Rabu (10/8/2022).

Selain uji balistik, Komnas HAM juga telah mendapatkan 10 ponsel dari Tim Siber dan lima ponsel lagi masih dalam proses analisa.  

"Ponsel-ponsel itu milik dari orang-orang yang terlibat di peristiwa tersebut, hanya memang detail-detailnya belum bisa kami sampaikan karena kami masih mencocokan dengan informasi dan keterangan yang sudah kami miliki sebelumnya" tegas Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Kapsara.

Beka juga menyampaikan selain bukti-bukti tersebut, keterangan dari Istri Irjen Pol Ferdy sambo juga sangat penting dalam menguak rangkaian peristiwa penembakan Brigadir J.