26 January 2023 10:06
Satu hingga dua ekor gajah ditemukan mati setiap tahun akibat perburuan liar dan kerusakan habitat. Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau memasang GPS Collar untuk mendeteksi pergerakan gajah liar di Provinsi Riau.
Pemasangan alat pelacak ini bertujuan untuk mencegah perburuan dan konflik gajah Sumatera dengan manusia. Dua GPS Collar bantuan Pertamina Hulu Rokan ini dipasang pada gajah liar di habitatnya di Hutan Konservasi Minas, Kabupaten Siak dan Suaka Margasatwa Balai Raja, Kabupaten Bengkalis. Alat yang terhubung dengan satelit ini mampu mendeteksi keberadaan satwa endemik di tengah hutan tropis.
GPS Collar ini berfungsi untuk memantau pergerakan kawanan gajah Sumatera, sehingga bisa mencegah perburuan liar dan konflik dengan masyarakat. Saat ini, sudah lima gajah liar yang terpasang GPS Collar di kawasan Hutan Konservasi Provinsi Riau.
Konflik gajah dan manusia meningkat lima tahun terakhir di kantong habitatnya, di Kabupaten Bengkalis, Siak, Indragiri Hulu dan Pelalawan. Rata-rata satu hingga dua ekor gajah ditemukan mati setiap tahun akibat perburuan liar dan kerusakan habitat. Populasi hewan langka dilindungi ini terus berkurang dan terancam punah seperti harimau Sumatera, beruang madu dan tapir Sumatera.