NEWSTICKER

Hadapi Potensi Kemarau Panjang, KLHK Siapkan Strategi Mitigasi Karhutla

22 January 2023 05:20

Dirjen Pengandalian dan Perubahan Iklim KLHK, Laksmi Dhewanti  mengingatkan potensi kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 2023 akan lebih besar ketimbang 2022. Hal itu disebabkan karena curah hujan tahunan 2023 diprediksi umumnya pada kategori normal, dan akan sedikit lebih rendah ketimbang 2022.

Berdasarkan pengamatan dari satelit Terra dan Aqua, telah terjadi peningkatan titik api potensi karhutla sebanyak 29% di sejumlah tempat di Indonesia.

"Hotspot-hotspot tersebut antara lain berada di Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau," Dirjen Pengandalian dan Perubahan Iklim KLHK, Laksmi Dhewanti.

Selain itu wilayah  timur Indonesia seperti Nusa Tenggara Timur dan Papua juga menjadi perhatian sebab wilayah-wilayah tersebut didominasi kawasan sabana. Laksmi menyebut pada musim kemarau di wilayah tersebut berpotensi mengalami kebakaran lebih tinggi dibanding wilayah-wilayah lainnya. 

Pemerintah telah melakukan mitigasi kebencanaan untuk mengurangi dampak karhutla. Antara lain menggiatkan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan, melakukan rekayasa cuaca serta meningkatkan peran serta masyarakat demi mencegah dan mengatasi karhutla yang terjadi.