6 October 2022 16:45
Kemenkopolhukam menerima perwakilan suporter klub sepak bola Indonesia untuk mendengarkan kritik, saran serta masukan mengenai langkah-langkah Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) dalam investigasi tragedi Kanjuruhan di Kantor Kemenkopolhukan, Kamis (6/10/2022). Aspirasi dari para suporter dinilai penting untuk membantu TGIPF menjalankan tugasnya dan membenahi pengelolaan sepak bola di Indonesia.
"Tim pencari fakta akan selalu terbuka terhadap saran dan kritik dalam rangka melakukan investigasi kasus sekaligus juga dalam rangka menyusun langkah-langkah terbaik dalam membangun sistem baru sepak bola Indonesia ke depannya," ucap anggota TGIPF Akmal Marhali, Kamis (6/10/2022).
Para suporter mengaku ingin adanya perubahan sepak bola nasional agar tragedi kanjuruhan tidak terulang kembali. Mereka juga menuntut dilakukannya evaluasi total terhadap penyelenggaraan sepak bola di Indonesia.
"Tuntutan yang kami sampaikan kepada TGIPF harus segera diselesaikan, karena kami tidak ingin tragedi Kanjuruhan terulang. TGIPF harus bekerja secara lebih serius, adil dan obyektif agar semuanya bisa kembali normal. Kalau kami tidak mendapat hasil yang adil bagi suporter, tentu kami akan melakukan gerakan yang revolusioner," ujar perwakilan suporter Persebaya Andi Peci.