26 August 2020 09:43
Pengumuman keputusan darurat untuk menggunakan plasma darah dari pasien sembuh untuk melawan Covid-19 pada hari Minggu malam tersebut dikeluarkan setelah para pejabat Gedung Putih menunjukkan adanya penundaan bermotif politik oleh Food and Drug Administration dalam menyetujui vaksin dan terapi untuk Covid-19 telah membalikkan peluang terpilihnya kembali Trump. Plasma darah yang diambil dari pasien Covid-19 yang telah sembuh dan kaya akan antibodi, karena itu mungkin akan bermanfaat bagi pasien lain yang tengah berjuang melawan Covid-19, tetapi sejauh ini belum bukti meyakinkan tentang cara kerja atau cara terbaik untuk mengelola plasma darah tersebut. Faktanya, terapi plasma convalescent telah dipraktikkan pada pasien Covid-19 di banyak negara, namun para ahli masih memperdebatkan efektivitas terapi tersebut, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih mendalam, termasuk apakah terapi tersebut memiliki efek samping.