NEWSTICKER

Jual Beli Senjata Berujung Mutilasi, Eks Kabais: Modus Prajurit Nakal Cari Uang

30 August 2022 18:25

Papua menjadi daerah yang sangat potensial untuk terjadinya transaksi jual-beli senjata api, mengingat masih banyaknya kelompok separatis yang berkeliaran. Tidak menutup kemungkinan apabila ada oknum prajurit TNI yang nakal dan sengaja menjual senjatanya ke kelompok tersebut. Namun di kasus mutilasi warga Mimika, jual-beli senjata api hanya dijadikan modus semata.

"Untuk aparat itu kenakalan, ekonomi. Dia lihat ada peluang menjual (senjata). Begitu (pembeli) datang dibunuh," ujar Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Soleman Ponto pada Selasa (30/8/2022).

Soleman Ponto mengatakan praktik jual-beli senjata tidak banyak terjadi di kalangan prajurit, justru 'eks flamboyan' lah yang paling banyak melakukan praktik tersebut. 'Eks flamboyan' yang disebut oleh Soleman, mereka berada di perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Dia juga menyebut kebanyakan senjata yang digunakan kelompok separatis di Papua berasal dari Papua Nugini.

"Di Papua itu batasnya batas darat, bisa orang siapa saja lewat, lalu ada konflik bersenjata di wilayah PNG di daerah flamboyan, dengan adanya itu senjata-senjata bisa masuk ke Papua," ujar Soleman.