NEWSTICKER

Kenaikan Tarif Royalti IUP Berpotensi Membebani Industri Batu Bara

19 September 2022 16:32

Metrotvnews.com - Kenaikan tarif royalti untuk Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara sejak dua pekan lalu, ditanggapi beragam oleh pelaku usaha dan pengamat pertambangan. Meski dinilai dapat menopang kondisi keuangan negara saat kondisi krisis. Namun, berpotensi membebani industri batu bara.

Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia, kenaikan tarif royalti tersebut sudah direncanakan sejak jauh hari, dan pelaku usaha siap mematuhi ketetapan tersebut. Namun, Hendra khawatir kenaikan tarif royalti dapat berpotensi membebani industri saat harga batu bara anjlok.

"Idealnya, pajak kita support. Tarifnya naik ya kita bayar sesuai apa yang kita terima," ujar Hendra.

Direktur Utama PT. Mifa Bersaudara, Ricky Nelson juga menyatakan bahwa kenaikan kebijakan kenaikan tarif royalti memang menjadi beban tambahan dalam operasional perusahaan. Ricky berharap, harga batu bara tetap bagus sehingga dapat menutupi kenaikan tarif royalti.

"Memang ada beban tambahan, tapi kemudian kita berharap kebijakan tersebut mendorong harga komoditas," ujar Ricky.