NEWSTICKER

YLKI: Tarif 'Si Kaya & Si Miskin' Tidak Tepat untuk Transportasi Massal

4 January 2023 05:53

Rencana dualisme tarif KRL menuai pro dan kontra. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai tarif 'Si Kaya dan Si Miskin' ini tidak tepat diterapkan pada transportasi massal. Terlebih, tidak ada negara lain di dunia yang menggunakan formulasi tarif 'Si Kaya & Si Miskin' untuk transportasi massal.

"Wacana dualisme tarif menurut banyak pihak termasuk YLKI, kurang tepat diterapkan dalam konteks transportasi massal baik secara paradigma maupun operasional," ujar Ketua YLKI Tulus Abadi. 

YLKI pun telah menyampaikan keberatan atas wacana penyesuaian tarif tersebut ke Kementerian Perhubungan. YLKI menyarankan pemerintah sebaiknya menggunakan formulasi tarif yang lazim digunakan, baik di Indonesia maupun standar internasional.

Lebih lanjut, Ketua YLKI Tulus Abadi menuturkan, tarif angkutan massal merupakan satu upaya untuk mendorong pengurangan penggunaan kendaraan pribadi yang berpengaruh kepada pengurangan polusi dan kemacetan di DKI Jakarta. Sehingga, lebih baik jika 'Si Kaya' justru diberikan insentif tarif. 

"Mereka (pengguna kendaraan pribadi) pindah ke angkutan massal itu adalah kontribusi. Sehingga seharusnya diberikan insentif tarif karena merupakan suatu komitmen mengurangi kemacetan dan polusi yang tinggi," ujarnya.