Lebih dari 150 santri di Pondok Pesantren Tunarungu Darul Ashom, setiap harinya belajar menghafal Al-Qur'an dan ilmu-ilmu agama dalam kesunyian. Ponpes ini merupakan ponpes pertama di Indonesia bahkan dunia yang khusus belajar menghapal Al-Qur'an dan ilmu agama bagi penyintas tunawicara dan tunarungu.
Berdiri di atas lahan seluas 3.000 meter persegi, bangunan Ponpes Tunarungu Darul Ahsom yang berada di Sidomoyo, Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), para santri membuktikan bahwa belajar Al-Qur'an bukan hal mustahil. Para santri dari berbagai daerah belajar menjadi penghafal Al-Qur'an dan ilmu agama Islam.
Berbeda dengan di ponpes lainnya, para santri di Darul Ashom melantunkan ayat Al-Qur'an tidak dengan ucapan. Bibir mereka tidak bergerak, tidak ada suara yang keluar, semuanya dalam sunyi dan khuyuk. Di sini ayat suci tidak bergema di langit-langit ruangan, melainkan mereka melantunkan ayat-ayat tersebut dengan gerakan jari.
Para santri ini adalah penyintas tunarungu dan tunawicara, sehingga komunikasi di antara mereka menggunakan bahasa isyarat. Para santri di tempat ini juga menguasai setidaknya tiga bahasa isyarat. Bahasa isyarat Indonesia sebagai alat komunikasi sehari-hari, bahasa isyarat Arab untuk menghafal Al-Qur'an, dan bahasa isyarat internasional untuk komunikasi dengan masyarakat dari berbagai daerah.
Kemampuan para santri ini dipantau secara langsung oleh para pemangku sanad yang ada di Makkah maupun Madinah. Tidak mudah untuk menjadi penghafal Al-Qur'an dengan menggunakan isyarat, namun para santri mengaku senang dapat belajar.
Ponpes Darul Ashom didirikan setelah Ustaz Abu Kahfi menemukan kenyataan bahwa penyandang
disabilitas tunarungu atau tunawicara yang sama sekali tidak mengenal agama. Meski mengalami berbagai kendala, Ustaz Abu Kahfi berusaha mendirikan ponpes khusus.
"Awalnya saya bertemu dengan tunarungu begitu kaget setelah komunikasi ternyata mereka tak tahu agama sedikitpun. Enggak kenal Allah, enggak kenal Rasulullah, apalagi yang lebih dalamnya ilmu agama. Dari situlah tergerak hati saya itu," kata Pendiri/Pengasuh Ponpes Darul Ahsom, Ustaz Abu Kahfi, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Rabu, 25 Februari 2026.