Pakar IPB Ingatkan Tragedi Karhutla 1997-1998 Berpotensi Terulang

28 August 2026 01:58

Jakarta: Pakar forensik kebakaran hutan IPB University, Prof. Bambang Hero Saharjo, mengingatkan tragedi karhutla 1997-1998 berpotensi terulang jika eskalasi kebakaran saat ini terus meningkat. Kondisi kemarau panjang dan El Nino dinilai dapat memperparah kebakaran, terutama di lahan gambut.

“Peringatan dari kami ya karena di awal tahun waktu itu disampaikan bahwa kondisi besar El Nino Super, El Nino Godzilla itu akan datang. Mereka ini khas tidak seperti El Nino lainnya.  Bahkan diprediksi kalau terjadi eskalasi terus itu mirip dengan kasus 97-98. Bisa dibayangkan pada saat itu kebakaran hampir seluruh Indonesia,” kata Bambang dalam tayangan Primetime News Metro TV, Kamis 27 Agustus 2026.

Karhutla 1997-1998 menjadi salah satu bencana lingkungan terbesar dan paling merusak dalam sejarah Indonesia.

Bambang menjelaskan kebakaran pada periode tersebut terjadi di hampir seluruh Indonesia dan menimbulkan dampak serius, termasuk korban jiwa.

“Bisa dibayangkan pada saat itu kebakaran hampir seluruh Indonesia dan korbannya meninggal lebih dari 500 sekian orang,” ujarnya.

Menurut Bambang, ancaman serupa perlu diwaspadai karena karhutla saat ini belum berakhir. Sejumlah wilayah bahkan baru akan memasuki periode rawan kebakaran akibat musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dan kering.

Bambang mengatakan kondisi tersebut akan semakin menyulitkan proses pemadaman, khususnya di lahan gambut yang sangat sensitif terhadap kebakaran.

“Lahan yang terbakar itu adalah gambut. Dan gambut itu sangat sensitif terhadap kebakaran karena dia itu adalah biomassa,” tuturnya.

Salah satu kendala utama adalah ketersediaan air. Bambang menjelaskan kedalaman sumber air yang biasanya sekitar 10-20 meter dapat mencapai sekitar 40 meter ketika kondisi semakin kering dan dipengaruhi El Nino.

“Sehingga sekali lagi sangat-sangat sulit untuk didapatkan sebetulnya,” katanya.

Bambang memperingatkan dampak karhutla dapat semakin besar apabila kondisi tersebut terus berlangsung. Ia bahkan menyebut terdapat prediksi karhutla dapat berlanjut hingga 2027.

“Artinya tantangan yang harus dihadapi oleh semua pihak itu makin panjang. Kebakarannya akan semakin meningkat, implikasi negatif dari dampak kebakaran itu juga akan semakin meningkat,” ujarnya.

Karena itu, Bambang mendorong seluruh pihak meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam memastikan ketersediaan air dan memperkuat upaya pemadaman di wilayah yang sulit dijangkau.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X