ISPA Mengancam, Rumah Oksigen Gratis Disiagakan di Kalimantan

26 August 2026 12:19

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tak kunjung padam di wilayah Kalimantan kini memicu krisis kesehatan. Kabut asap pekat yang menyelimuti wilayah tersebut membuat warga mulai mengeluhkan gangguan pernapasan, seperti sesak napas hingga pusing.

Merespons kondisi darurat udara ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI langsung memobilisasi tenaga medis dan mendirikan fasilitas rumah oksigen di berbagai titik terdampak.

Di Kalimantan Selatan (Kalsel), khususnya di Banjarbaru, Dinkes Kalsel menyediakan fasilitas rumah oksigen gratis yang berlokasi di Jalan Tegal Arum, Kecamatan Landasan Ulin. Fasilitas ini menjadi ruang aman sekaligus sarana pertolongan pertama bagi warga yang terpapar asap pekat.

Emmy Pratama, salah satu warga terdampak, mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas tersebut. "Banyak nyedot asap karena habis ke lahan yang kebakaran di sekitar Guntung Damar. Setelah menghirup oksigen, lumayan lega, tadi sempat agak sesak sedikit napasnya," kata Emmy dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Rabu 26 Agustus 2026. 

Kasus ISPA Tembus 27 Ribu

Angka penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalsel dilaporkan telah menembus 27.000 kasus. Meski sebelumnya sempat mengalami keterbatasan stok, ketersediaan pasokan oksigen konsentrat kini dipastikan mencukupi.

Kepala UPTD Crisis Centre Dinkes Kalsel, Suriani Agreini Sagoba, menegaskan bahwa layanan ini terbuka gratis untuk masyarakat maupun petugas pemadam di lapangan.

"Kami menyiapkan oksigen konsentrat ini untuk petugas dan masyarakat terdampak Karhutla secara cuma-cuma. Kita standby di sini sejak ditetapkan siaga Karhutla pada awal Juli, dan terus berlanjut hingga akhir Oktober mendatang," jelas Suriani.

Kalteng Siagakan 11 Puskesmas

Ancaman kabut asap serupa juga menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya merespons dengan menyiagakan ruang oksigen khusus di 11 Puskesmas, salah satunya di Puskesmas Menteng.

"Semakin tebalnya asap ini, maka kami menyiapkan rumah oksigen. Sewaktu-waktu pasien datang, kami sudah siap. Rata-rata setiap hari ada lima sampai enam warga yang menggunakan layanan rumah oksigen ini," ujar Staf Puskesmas Menteng, Nur Hafiji. 

Secara nasional, Kemenkes RI juga telah memperkuat sistem surveilans penanganan kasus ISPA. Ratusan tenaga kesehatan telah diterjunkan secara khusus ke titik-titik terdampak di penjuru Kalimantan, lengkap dengan dukungan ratusan ribu masker medis, mesin oksigen konsentrat, serta obat-obatan.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X