BSI Resmikan Kampung Nelayan BSI Warloka

23 April 2026 02:40

PT Bank Syariah Indonesia Persero Tbk atau BSI terus memperluas program pemberdayaan desa hingga ke wilayah Timur Indonesia melalui program Desa BSI (Bangun Sejahtera Indonesia). Kali ini, BSI melakukan peluncuran Kampung Nelayan BSI di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Sebagai bentuk program pemberdayaan desa, PT Bank Syariah Indonesia Persero Tbk meresmikan Kampung Nelayan BSI Warloka Pesisir yang berada di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Peresmian ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.

Kampung Nelayan Warloka Pesisir dikembangkan sebagai klaster perikanan terpadu dengan nilai investasi mencapai Rp6,3 miliar. Program ini menyasar sebanyak 143 nelayan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Dukungan Fasilitas dan Kapasitas

Berbagai dukungan diberikan dalam program ini, antara lain pembangunan fasilitas kapal nelayan berbasis tenaga surya, penguatan kapasitas usaha, hingga penyediaan sarana pendukung dari proses penangkapan ikan sampai ke tahap pemasaran.

Bantuan yang diberikan juga tidak hanya berfokus pada alat produksi, tetapi juga mencakup seluruh rantai bisnis perikanan agar masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Ya, ini desa yang ke-21 dari Desa BSI. Tujuannya tentu saja BSI sebagai sahabat finansial tidak hanya mendorong inklusi keuangan, tetapi juga bagaimana memberdayakan masyarakat yang selama ini melaut. Dan tujuan kami, karena ini juga menggunakan dana zakat, inginnya adalah program kampung nelayan ini, para nelayan yang sekarang menjadi mustahik penerima zakat, nantinya menjadi muzakki. Ini sejalan dengan program pemerintah, kampung nelayan berkah bakti. Jadi kita ingin masyarakat pesisir ekonominya semakin baik," tutur Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo.

Dampak Nyata bagi Nelayan Lokal

Sementara itu, masyarakat Warloka Pesisir merasakan dampak positif dari program ini. Sebelum adanya bantuan, nelayan umumnya hanya melaut di sekitar perairan kampung dengan hasil tangkapan yang terbatas. Kini, dengan adanya bantuan perahu dan alat tangkap, nelayan dapat menjangkau wilayah tangkap yang lebih jauh sehingga hasil tangkapan meningkat dan pendapatan pun bertambah.

"Kami juga selaku pemerintah desa merasa bangga sekali, karena jujur saja masyarakat Warloka selama ini melautnya atau tempat mencarinya sedikit terbatas karena alat tangkap atau kendaraan mereka sangat tidak memungkinkan. Tetapi hari ini dengan adanya bantuan dari BSI, mereka sudah begitu jauh untuk melaut. Karena itu tadi, selama ini kan mereka hanya di sekitar ini saja, di sekitar Warloka. Karena alat tangkapnya mereka atau perahunya mereka tidak memungkinkan untuk ke sekitar Komodo. Tetapi hari ini mereka sudah begitu jauh untuk melaut, sehingga hasil mereka cukup memuaskan," ucap Sekretaris Desa Warloka Pesisir, Ahmad.

Melalui program Desa BSI diharapkan terwujud transformasi sosial yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, sekaligus memperluas akses layanan keuangan syariah khususnya di wilayah pedesaan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)