Gempa M6,8 Guncang Kumamoto Jepang: Kereta Anjlok hingga Bandara Ditutup

29 July 2026 01:40

Gempa bumi dahsyat mengguncang wilayah Kumamoto di pulau utama selatan Jepang, Kyushu, pada Selasa, 28 Juli 2026 sore waktu setempat. Bencana ini menyebabkan jatuhnya korban luka, kerusakan infrastruktur, hingga sempat memicu peringatan tsunami.

Dikutip dari Headline News, Metro TV, Badan Meteorologi Jepang mulanya mengeluarkan peringatan tsunami yang mencakup perairan Laut Ariake dan Yatsushiro. Wilayah peringatan meliputi area dekat pantai barat Prefektur Kumamoto, Nagasaki, Fukuoka, dan Saga, yang berjarak sekitar 900 kilometer di barat daya Tokyo. Beruntung, peringatan tersebut resmi dicabut dalam waktu dua jam.

Terkait kekuatan gempa, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) awalnya melaporkan guncangan mencapai magnitudo 7,1. Namun, angka tersebut kemudian direvisi menjadi magnitudo 6,8.

Respons Cepat Pemerintah dan Dampak Kerusakan

Merespons guncangan dahsyat ini, Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan bahwa pemerintahannya telah bergerak cepat. Melalui pesan yang diunggah di platform X, Takaichi mengonfirmasi pembentukan gugus tugas khusus.

Gugus tugas tersebut diinstruksikan untuk segera mengumpulkan informasi di lapangan, menilai tingkat kerusakan, serta mempersiapkan operasi penyelamatan tanggap darurat jika diperlukan.

Takaichi juga menyampaikan kepada awak media terkait adanya laporan mengenai korban luka. Gempa dilaporkan telah memicu kerusakan pada fasilitas umum seperti jalan, jembatan, dan bangunan, serta menyebabkan insiden pemadaman listrik dan kebakaran di sejumlah titik. Kendati demikian, detail pastinya masih dalam proses pendataan dan verifikasi.

Transportasi Lumpuh dan Puluhan Terluka

Berdasarkan laporan Kyodo News, sebuah rumah sakit di Kota Yatsushiro tercatat telah menerima sekitar 40 pasien yang mengalami luka-luka akibat gempa bumi ini.

Guncangan gempa juga berdampak mematikan pada sektor transportasi dan infrastruktur bersejarah. Sebuah kereta api dilaporkan tergelincir dan terguling di Stasiun Yatsushiro. Selain itu, tembok batu pelindung di kawasan ikonik Kastil Kumamoto turut mengalami kerusakan.

Demi alasan keselamatan penumpang, operasional kereta cepat Shinkansen beserta layanan kereta lokal di seluruh wilayah Kyushu dihentikan sementara waktu untuk dilakukan pemeriksaan jalur secara menyeluruh. Dampak gempa juga menghentikan mobilitas udara, di mana landasan pacu di Bandara Aso Kumamoto terpaksa ditutup dari seluruh aktivitas penerbangan.

Di sisi lain, kekhawatiran terkait potensi kebocoran radiasi berhasil ditepis. Otoritas Regulasi Nuklir Jepang secara resmi mengonfirmasi bahwa tidak ada anomali atau kerusakan yang ditemukan pada tiga Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di sekitar lokasi terdampak gempa.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X