Nagekeo: Di tengah situasi mencekam pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), sebuah kisah mengharukan sekaligus membanggakan muncul dari Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo, Kabupaten Nagekeo. Para tenaga medis harus berjibaku membantu persalinan dua ibu di bawah tenda darurat dengan fasilitas yang sangat terbatas.
Gedung rumah sakit yang mengalami kerusakan parah memaksa tim medis memindahkan seluruh aktivitas perawatan ke luar gedung. Dalam kondisi guncangan gempa susulan yang masih terus terasa dan pemadaman listrik total, petugas kesehatan berpacu dengan waktu demi menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.
Dokter Kandungan RSD Aeramo, dr. Pramita Sari, mengungkapkan bahwa situasi saat itu benar-benar menguji kesiapan mereka.
"Saat itu kondisinya kita serba keterbatasan. Peralatan rusak, gedung tidak memadai, dan listrik padam. Jadi memang proses persalinannya terpaksa dilakukan di tenda darurat," jelas dr. Pramita dalam tayangan Breaking News Metro TV, Rabu 19 Agustus 2026.
Operasi Sesar Darurat di Tengah Gempa
Salah satu perjuangan paling mendebarkan dialami oleh Maria Florida Nogokelen (39). Ia harus menjalani operasi sesar darurat dua bulan lebih awal dari Hari Perkiraan Lahir (HPL) tepat saat gempa susulan terus mengguncang wilayah tersebut.
Bekerja dengan penerangan terbatas, dr. Yona Sara Pardede selaku dokter kandungan yang menangani operasi tersebut, mengakui situasi sangat kritis karena posisi bayi yang sungsang. Kondisi tempat tidur operasi (bed) yang tidak bisa diatur fungsinya menambah tingkat kesulitan.
"Gempa masih banyak tremor. Kita tidak bisa gampang menaik-turunkan bed. Bayinya sungsang, jadi harus sangat pelan-pelan agar kaki atau tangannya tidak patah, serta menghindari cedera leher atau servikal. Di saat itu, saya cuma bisa berdoa agar Tuhan menolong kami," ujar dr. Yona sambil menahan haru.
Maria Florida pun tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengaku sempat takut, namun melihat keteguhan para nakes membuatnya tenang.
"Saat itu sebenarnya berpikir untuk menyelamatkan diri masing-masing, tapi dokter, bidan, dan perawat tetap setia mendampingi kami yang membutuhkan," tuturnya.
Lahirnya Bayi "Gempita"
Upaya luar biasa tim medis membuahkan hasil. Bayi prematur Maria Florida lahir dengan selamat dengan berat badan sekitar 1,3 kilogram. Sebagai pengingat atas momen perjuangan di tengah bencana besar tersebut, bayi mungil itu diberi nama Gempita.
Selain Maria, rasa syukur mendalam juga dirasakan oleh Desi Nesance, ibu lainnya yang berhasil melahirkan secara normal di lokasi yang sama.
"Saat gempa besar dalam keadaan genting, puji Tuhan dokter dan perawat tidak meninggalkan saya begitu saja. Mereka sangat menolong saya meski hanya beralaskan terpal di dalam tenda," ungkap Desi.
Dedikasi luar biasa para tenaga kesehatan di Kabupaten Nagekeo ini menjadi simbol ketangguhan di balik musibah gempa Flores.