Post Holiday Blues? Ini Cara Ampuh Kembali Semangat Kerja

Fachri Audhia Hafiez • 31 March 2026 15:41

Jakarta: Fenomena post holiday blues atau rasa cemas dan lesu saat harus kembali ke rutinitas pekerjaan usai liburan panjang dapat dikendalikan dengan mengubah pola pikir ke arah positif. Guru Besar Ilmu Psikologi Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim (Romy), menekankan pentingnya melihat sisi menyenangkan di lingkungan kantor untuk membangkitkan motivasi.

“Untuk menghindari dari 
holiday blues ini adalah kita harus tahu bahwa di dalam kehidupan kita di kantor enggak semuanya merasa enggak nyaman, karena apa kita bisa ketemu teman-teman kantor, kita lihat di weekend masih bisa pergi dengan keluarga jalan-jalan dan sebagainya,” ujar Romy kepada Antara, Selasa, 31 Maret 2026.
 

Baca Juga :

IKN Dipadati 352 Ribu Wisatawan Selama Libur Lebaran



Romy menjelaskan bahwa holiday blues merupakan perasaan sedih atau penurunan motivasi sementara yang muncul ketika seseorang berpindah dari suasana liburan yang menyenangkan ke situasi rutin hari biasa. 

Menurutnya, penumpukan beban kerja memang sulit dihindari. Namun, hal tersebut bisa disiasati dengan menyusun skala prioritas agar tidak menjadi beban pikiran yang berat.

Selain manajemen tugas, persiapan fisik dan mental sebelum mulai bekerja kembali juga sangat krusial. Romy menyarankan masyarakat untuk meluangkan waktu istirahat yang cukup dan membiasakan diri bangun pagi beberapa hari sebelum masa libur berakhir agar tubuh tidak kaget saat hari pertama bekerja.

“Hal itu membuat kita kemudian jadi terbiasa lagi untuk melakukan hal-hal yang terbiasa kita lakukan, sehingga tidak tiba-tiba harus kemudian bangunnya pagi, nah dengan demikian secara gradually kita bisa menyesuaikan diri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Romy menyoroti bahwa momen liburan atau mudik tidak selamanya berjalan mulus. Sering kali muncul kendala saat perjalanan atau gesekan saat silaturahmi keluarga. Namun, ia mengingatkan bahwa pemaknaan atas momen tersebut sepenuhnya bergantung pada cara seseorang memproses informasi di kepalanya.


Jika seseorang mampu mengambil sisi positif dari setiap tantangan yang dihadapi selama liburan, hal itu justru akan memberikan efek menyegarkan bagi kesehatan mental saat kembali ke dunia kerja.

“Jadi tergantung dari cara manusia berpikir, kalau mau dilihat negatif semua negatif, tapi kalau kita lihat dari sesuatu yang kita hadapi ada sisi positifnya itu kemudian menjadi lebih menyegarkan untuk kita juga,” ujar Romy.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)