Presiden Iran Ikut Turun ke Jalan, Janji Kendalikan Nilai Mata Uang dan Inflasi

13 January 2026 10:25

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, turun langsung ke jalan untuk bergabung dengan peserta aksi demonstrasi pro-pemerintah yang memadati ibu kota Teheran pada Senin waktu setempat, 12 Januari 2026. Langkah ini diambil di tengah tekanan besar akibat krisis ekonomi yang memicu gelombang protes nasional di berbagai wilayah Iran.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Pezeshkian menyatakan komitmennya untuk segera memperbaiki kondisi perekonomian Iran yang saat ini sedang terpuruk. Sikap ini dinilai sebagai langkah pemerintah yang mulai melunak dalam menanggapi tuntutan masyarakat terkait kestabilan ekonomi.
 

Baca juga: Menlu Iran Tegaskan Negaranya Siap Berperang Jika AS Menantang

Krisis ekonomi Iran ditandai dengan jatuhnya nilai tukar Rial yang sangat drastis terhadap dolar Amerika Serikat. Tercatat, nilai tukar Rial telah anjlok hingga 2.280,98%. Saat ini nilai tukar Rial berada di kisaran 1.000.010 Rial Iran per 1 dolar AS. Padahal pada Oktober tahun lalu, nilai tukar masih di angka 42.000 Rial per 1 dolar.

Pelemahan mata uang ini berdampak langsung pada meroketnya harga barang impor dan memicu inflasi tajam yang mencapai 52,6% sejak Oktober 2024. Presiden Pezeshkian mengakui bahwa kondisi ini sangat memberatkan rakyat dan berjanji akan bekerja sama dengan jajaran menteri untuk mengendalikan mata uang dan juga inflasi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)