Di tengah padatnya pemukiman ibu kota dan ancaman nyata perubahan iklim, sebuah wilayah di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, muncul sebagai inspirasi nasional. Dikenal dengan nama Kampung Samtama akronim dari Sampah Tanggung Jawab Bersama, wilayah ini telah bertransformasi menjadi percontohan nasional melalui Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari.
Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu 6 Mei 2026, kampung yang berdiri di atas lahan seluas 36 hektare dan dihuni oleh lebih dari 3.700 jiwa ini membuktikan, bahwa keterbatasan ruang bukan penghalang untuk menjaga kelestarian alam.
Melalui semangat gotong royong, warga secara mandiri mengelola sampah berbasis rumah tangga. Mereka melakukan pemilahan sampah dari sumbernya, mengolah sampah organik menjadi kompos, hingga mendaur ulang material anorganik melalui Bank Sampah yang dikelola bersama.
Salah satu capaian luar biasa dari kampung ini adalah keterlibatan sekitar 90 persen rumah tangga yang secara rutin mengumpulkan minyak jelantah. Alih-alih dibuang ke saluran air, minyak bekas pakai tersebut dikumpulkan untuk diolah kembali menjadi bahan bakar alternatif.
Selain pengelolaan
limbah, Kampung Samtama juga menunjukkan langkah adaptif dalam menghadapi tantangan banjir. Warga telah membangun 11 sumur resapan secara mandiri, memperluas ruang retensi air, serta menyiapkan 38 titik jalur evakuasi banjir. Bahkan, pengelolaan air limbah domestik pun dilakukan secara kolektif untuk memastikan lingkungan tetap bersih dan sehat.
Secara visual, gang-gang sempit di kampung ini telah disulap menjadi lorong hijau. Taman-taman tertata rapi di sepanjang jalur pemukiman, dilengkapi dengan sistem pertanian hidroponik dan urban farming. Wilayah ini kini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga berkembang menjadi pusat pelatihan lingkungan melalui program P4 Daun Hijau.