Pemprov DKI Jakarta dan BPBD Gelar Simulasi Gempa Bumi, Latih Kesiapsiagaan Warga

22 October 2026 15:31

Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menggelar simulasi gempa bumi. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi gempa bumi di Jakarta.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan, simulasi tersebut juga menguji penerapan aplikasi Indonesia Earthquake Early Warning System (InaEEWS) dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Jadi hari ini kita mencoba menerapkan aplikasi Earthquake Early Warning System dari BMKG di 500 bangunan gedung sekolah dan kantor tadi. Dan tadi di Balai Kota kita juga uji cobakan seperti itu,” kata Marulitua dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis 22 Oktober 2026. 

Dalam simulasi tersebut, pegawai dan penghuni gedung diminta menerapkan langkah drop, cover, hold on atau merunduk, berlindung, dan berpegangan saat terjadi guncangan.

Setelah guncangan dinyatakan berhenti, seluruh penghuni gedung diarahkan menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi yang telah disiapkan. Petugas kemudian mendata penghuni untuk memastikan seluruhnya telah mencapai titik aman.

Marulitua menyebut pelaksanaan simulasi di Balai Kota DKI Jakarta berjalan baik. Seluruh peserta juga berhasil didata setelah mengikuti tahapan evakuasi.

Menurut Marulitua, edukasi mitigasi gempa bumi penting dilakukan karena Jakarta memiliki sejumlah potensi ancaman bencana. Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Gubernur Nomor 1 Tahun 2024 yang mengidentifikasi 10 ancaman bencana di wilayah DKI Jakarta.

“Kita mengetahui ada Peraturan Gubernur Nomor 1 Tahun 2024 bahwa ada 10 ancaman bencana di wilayah DKI Jakarta. Dan yang paling sering akan terjadi di Jakarta yaitu: pertama, kebakaran; kemudian banjir; dan yang ketiga adalah gempa bumi,” ujarnya.

Ia juga menyinggung posisi geografis Jakarta yang berdekatan dengan zona megathrust, terutama di kawasan Selat Sunda. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa bumi.

Marulitua mengatakan, BPBD DKI Jakarta akan melaksanakan simulasi secara rutin dan berkala. Sebelum kegiatan berikutnya, sosialisasi mengenai prosedur keselamatan dan jalur evakuasi akan lebih dahulu diberikan kepada penghuni gedung.

BPBD juga akan mengevaluasi sistem peringatan dini bersama BMKG dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk meningkatkan akurasi sistem tersebut.

Marulitua berharap simulasi dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membantu masyarakat yang beraktivitas maupun berdomisili di Jakarta memahami langkah yang harus dilakukan ketika gempa bumi terjadi.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X