23 December 2022 16:29
Kondisi perekonomian dunia tahun 2023 diprediksi melambat dibanding tahun 2022. Indonesia perlu mewaspadai ancaman global tersebut di 2023, antara lain dengan meningkatkan diversifikasi negara tujuan ekspor. Sementara nilai tukar rupiah diprediksi menguat atau kembali ke fundamentalnya di 2023.
Sementara pasar tenaga kerja sulit diprediksi di 2023, karena perubahan perilaku tenaga kareja setelah tiga tahun menjalani kondisi bekerja dari rumah dan ini menyebabkan inflasi tetap tinggi.
Selain itu, untuk menjaga pertumbuhan investasi di atas 6-7% di 2023, pemerintah tidak bisa bergantung pada penanaman modal dalam negeri karena meningkatnya suku bunga akan mempengaruhi risiko investasi. Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah akan menggelontorkan bansos senilai Rp470 triliun.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memprediksi, inflasi inti tahun 2023 diprediksi di bawah 4% pada semester dua inflasi (IHK). Sementara di akhir 2023, IHK diprediksi sekitar 3%.
Diketahui, Bank Indonesia akan mendorong pertumbuhan kredit 10-12?ngan mempertahankan likuiditas untuk berlebih dan juga menyiapkan insentif.