NEWSTICKER

Jangan Main-Main Tangani Tragedi Kanjuruhan!

5 October 2022 00:08

Tragedi Kanjuruhan menjadi catatan hitam persepakbolaan Indonesia. Presiden Joko Widodo meminta pengusutan tragedi ini hingga tuntas dan pelakunya harus ditindak tegas. Jangan sampai tragedi Kanjuruhan sama seperti kasus-kasus kematian lainnya dalam laga sepak bola yang ramai sesaat namun kemudian terlupakan.

Duka dan air mata tumpah dari ratusan  keluarga, sahabat, dan rekan korban meninggal dan luka dalam tragedi sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Tak hanya mereka, segenap elemen bangsa dan juga dunia turut berduka atas catatan kelam yang terjadi dalam persepakbolaan Indonesia.

Hingga Selasa (4/10/2022) kepolisian mencatat 125 orang meninggal dunia dan 467 terluka dalam kerusuhan yang terjadi selepas pertandingan Liga 1 antara tuan rumah Arema FC vs Persebaya Surabaya. Dalam video yang beredar, kerusuhan diawali dengan masuknya sejumlah suporter Arema ke lapangan usai wasit meniup peluit panjang atas kekalahan Arema FC dari Persebaya dengan skor 3-2.

Selanjutnya, petugas keamanan berusaha mencegah dan mengalihkan suporter agar tidak masuk ke lapangan serta mengejar para pemain dengan menembakan gas air mata. Tindakan aparat keamanan inilah yang membuat ribuan Aremania kocar-kacir menyelamatkan diri dan mencari pintu keluar menjauhi gas air mata. Di sinilah tragedi terjadi, ratusan jiwa meregang nyawa.

Pengusutan tragedi Kanjuruhan kini sedang berjalan. Sudah semestinya, siapapun yang terlibat harus bertanggung jawab atas hilangnya ratusan nyawa di stadion olah raga yang seharusnya terjamin aman. Jangan sampai catatan kelam tragedi Kanjuruhan ini lantas tenggelam dan terlupakan.