S&P Pertahankan Rating Indonesia, Menkeu Ajak Publik Optimistis terhadap Ekonomi

15 July 2026 21:09

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengajak masyarakat membangun optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia setelah lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.

"Pengumuman S&P ini memberikan indikasi yang jelas bahwa lembaga internasional yang independen melihat kebijakan kita baik. Ke depan kami tetap meminta dukungan agar pemerintah bisa menjalankan anggaran secara prudent sesuai undang-undang dan tidak ada penyelewengan," kata Purbaya dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Rabu 15 Juli 2026. 

Menurut Purbaya, keputusan S&P menjadi bukti bahwa kebijakan ekonomi pemerintah tetap dinilai kredibel di tengah berbagai sentimen negatif yang berkembang sejak awal tahun. Pemerintah juga telah menjelaskan secara langsung kepada investor dan S&P mengenai kondisi perekonomian Indonesia, termasuk hubungan antara pemerintah dan DPR dalam penyusunan kebijakan.

Purbaya berharap hasil penilaian S&P menjadi momentum untuk membangun sentimen positif di tengah masyarakat dan pasar. Menurutnya, Indonesia memiliki prospek ekonomi yang baik dan optimisme perlu terus dijaga.

"Kita bisa mulai lebih berani menyampaikan sentimen positif kepada masyarakat, pasar modal, termasuk terhadap rupiah. Indonesia bukan Indonesia cemas, tetapi menuju Indonesia Emas," ujar Purbaya.

Ia menilai penilaian positif tersebut akan memperkuat kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan DPR diharapkan terus terjaga agar pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dilakukan secara hati-hati sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sebelumnya, pada 13 Juli 2026, S&P Global Ratings mengafirmasi sovereign credit rating Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Peringkat tersebut menegaskan Indonesia tetap berada dalam kategori investment grade.

Afirmasi itu didukung oleh ekspektasi bahwa pelemahan indikator fiskal dan sektor eksternal hanya bersifat sementara serta akan membaik seiring semakin stabilnya arah dan implementasi kebijakan pemerintah.

Selain itu, outlook stabil juga mencerminkan keyakinan bahwa penerimaan negara akan terus pulih pada tahun ini. Penerimaan ekspor diproyeksikan meningkat seiring membaiknya harga komoditas, sementara pemerintah dinilai tetap berkomitmen menjaga defisit fiskal di bawah 3 persen guna mempertahankan keberlanjutan fiskal.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X