Jemaah Patuna Travel Gunduli Rambut Usai Haji, Simbol Penghapus Dosa dan Penyucian Diri

28 May 2026 17:43

Jemaah Haji Patuna Travel telah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Tanah Suci. Setelah menjalani wukuf di Arafah, tawaf ifadhah, dan sai di Masjidil Haram, para jemaah kini memasuki tahapan tahallul dengan memotong rambut sebagai simbol penyucian diri.

Suasana tahallul berlangsung penuh antusias dan keakraban. Para jemaah pria tampak rela mencukur rambut hingga botak sebagai bentuk kesempurnaan tahallul yang disunahkan dalam ibadah haji.

Pembimbing Ibadah Haji Patuna Travel, Ustaz Tian Kamaludin, menjelaskan bahwa tahallul menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah haji setelah mabit di Muzdalifah dan pelaksanaan tawaf ifadhah serta sai.

“Di dalam tahallul ini seluruh jemaah haji diwajibkan untuk menggunting rambutnya dan disunahkan untuk membotak atau mencukur habis rambutnya,” ujar Tian dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis 28 Mei 2026.

Ia menambahkan, Rasulullah Muhammad SAW bahkan mendoakan tiga kali bagi orang yang mencukur habis rambutnya saat tahallul.

“Dengan berguguran rambut tersebut maka sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah, berguguran pula dosa orang-orang yang berhaji,” lanjutnya.


Momen cukur rambut massal itu juga menjadi pengalaman menarik bagi para jemaah. Mereka tampak saling bercanda dan mengabadikan momen setelah tampil dengan wajah baru.

“Alhamdulillah dengan botak insyaallah lebih mabrur,” kata salah satu jemaah, Reiza Setiawan.

Hal senada disampaikan Hendra Prabowo yang mengaku merasa lebih segar usai tahallul.

“Rasanya adem ya semriwing anginnya, tapi insyaallah hajinya mabrur,” ujarnya.

Sementara itu, jemaah lainnya, Satrio Parikesit, menyebut tahallul menjadi pengalaman spiritual yang berkesan dalam perjalanan hajinya.

“Ini mungkin suatu perbekalan bagi saya juga dan teman-teman. Insyaallah menjadi ladang berkah dan penghapus dosa bagi kita semua,” katanya.

Setelah menyelesaikan tahallul, para jemaah akan melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya di Mina untuk menjalani lempar jumrah sebagai bagian dari rukun dan wajib haji.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)