Aceh: Dinas Kesehatan Aceh mencatat ratusan ribu anak di provinsi tersebut belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap dalam lima tahun terakhir. Kondisi ini dinilai berkontribusi terhadap tingginya kasus penyakit menular, terutama campak.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Aceh, sebanyak 281.984 anak tidak memperoleh imunisasi dasar selama periode 2021 hingga 2025. Rendahnya cakupan imunisasi tersebut meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular berbahaya di masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Aceh, Iman Murahman, menyebutkan bahwa kasus campak di Aceh masih tergolong tinggi dan tersebar di seluruh kabupaten/kota.
Sepanjang 2025, tercatat 5.063 kasus campak klinis. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.233 kasus terkonfirmasi
positif campak dan enam kasus rubella berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
Sementara itu, hingga Maret 2026, tercatat 724 kasus campak klinis. Sebanyak 124 kasus di antaranya terkonfirmasi positif campak dan satu kasus rubella.
Menurut Iman, tingginya
kasus campak berkaitan erat dengan menurunnya cakupan imunisasi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, cakupan imunisasi dasar lengkap di Aceh hanya mencapai 34,3 persen. Sementara itu, cakupan imunisasi MR pada bayi sebesar 39,9 persen dan pada anak di bawah dua tahun hanya 23 persen.
“Secara nasional, capaian imunisasi hingga Maret 2026 di Aceh baru sekitar 1,9 persen atau hampir 2 persen bayi yang telah mendapatkan imunisasi lengkap. Ini menempatkan Aceh di peringkat 37 dari 38 provinsi di Indonesia,” ujar Iman.
Ia juga mengungkapkan adanya kesenjangan capaian imunisasi antarwilayah. “Untuk daerah dengan capaian tinggi antara lain Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Aceh Singkil, dan Langsa. Sementara capaian rendah terdapat di Pidie, Aceh Jaya, Sabang, dan Bireuen,” tambahnya.
Dinas Kesehatan Aceh menyebutkan, berbagai kendala masih dihadapi dalam pelaksanaan program imunisasi. Mulai dari keterbatasan layanan, kualitas pelayanan, sistem pencatatan, hingga adanya penolakan dari sebagian masyarakat.
Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan cakupan imunisasi guna menekan penyebaran penyakit menular dan melindungi kesehatan anak-anak di Aceh.