11 May 2026 23:41
Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan kembali komitmen kuat Moskow untuk mendukung program nuklir damai Iran. Di tengah meningkatnya ketegangan akibat agresi Amerika Serikat dan Israel di kawasan, Putin menyatakan bahwa hubungan kerja sama antara Rusia dan Iran memiliki landasan kepercayaan yang tidak tergoyahkan oleh situasi politik dunia.
Dalam pernyataannya di Kremlin pada Sabtu, 9 Mei 2026, Putin menekankan bahwa kerja sama nuklir kedua negara berjalan stabil dan tetap berfokus pada tujuan damai, termasuk keberlanjutan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr.
Putin mengingatkan dunia pada peran krusial Rusia pada tahun 2015, di mana Moskow membantu menyimpan cadangan uranium yang diperkaya milik Iran. Langkah tersebut diakui secara internasional telah memberikan dampak positif bagi stabilitas global dan menjadi fondasi tercapainya kesepakatan nuklir saat itu.
"Iran mempercayai kami sepenuhnya, dan kepercayaan itu bukan tanpa alasan. Kami tidak pernah melanggar kesepakatan apa pun dan kami terus melanjutkan program nuklir damai di Iran," tegas Vladimir Putin dikutip dari Headline News Metro TV, Senin 11 Mei 2026.
Melihat eskalasi konflik yang melibatkan kepentingan Barat di Timur Tengah, Rusia juga menyatakan kesiapannya untuk kembali menjadi penjamin keamanan stok uranium Iran jika diperlukan untuk meredakan ketegangan diplomatik.
"Kami sudah membangun Bushehr yang kini telah beroperasi, dan kami terus melanjutkan pembangunannya. Pengalaman (penyimpanan uranium) seperti itu sudah ada pada tahun 2015, dan saya baru saja mengatakan bahwa kami siap untuk mengulangi pengalaman tersebut," tambah Putin.