15 March 2026 22:36
Rencana ekspor listrik bersih dari Indonesia ke Singapura kini tidak hanya sebatas pada aktivitas perdagangan energi semata. Pemerintah mengarahkan kebijakan strategis ini sebagai pengungkit utama bagi masuknya investasi industri berteknologi tinggi ke Tanah Air.
Ketersediaan energi hijau ini akan dimanfaatkan untuk menarik berbagai perusahaan global membangun fasilitas produksi dan pusat teknologi. Rencananya, kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) akan diproyeksikan untuk berkembang menjadi pusat industri hijau baru di Indonesia.
Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam pertemuannya dengan Minister for Manpower Singapura, Tan See Leng. Pertemuan strategis kedua perwakilan negara ini berlangsung di Tokyo, Jepang, pada Minggu, 15 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Menteri Bahlil mengungkapkan bahwa persiapan kawasan industri di wilayah Kepulauan Riau sudah memasuki tahap yang hampir final. Senada dengan pernyataan tersebut, Menteri Tan See Leng juga menyambut baik progres teknis dari rencana kerja sama bilateral ini.
Meskipun peluang ekspor terbuka lebar, pemerintah tetap menyiapkan skema khusus agar pemenuhan kebutuhan listrik dalam negeri selalu diprioritaskan. Selain itu, kerja sama ini juga diyakini mampu membuka peluang besar untuk pengembangan teknologi rendah karbon seperti fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon.