Wall Street Fluktuatif Usai Klaim Negosiasi Trump Dibantah Iran

24 March 2026 18:10

Jakarta: Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terkait adanya negosiasi dengan Iran memicu gejolak signifikan di bursa saham Wall Street. Ketidakpastian pasar terhadap isu geopolitik internasional ini menyebabkan pergerakan nilai kapitalisasi pasar yang sangat ekstrem dalam waktu singkat.

Awalnya, pasar merespons positif klaim Trump yang menyebut adanya diskusi produktif dengan pihak Teheran. Sentimen ini sempat membuat indeks S&P 500 melonjak sekitar 240 poin, yang setara dengan penambahan ratusan triliun rupiah pada nilai market cap. Namun, optimisme tersebut sirna seketika setelah pihak Iran secara resmi membantah adanya pembicaraan tersebut.

Akibat bantahan dari Iran, indeks S&P 500 berbalik arah dan terjun bebas hingga 120 poin, atau kehilangan nilai sekitar USD1 triliun. Secara total, terjadi pergerakan nilai hingga USD3 triliun pada indeks tersebut dalam kurun waktu kurang dari satu jam. Fenomena ini menunjukkan betapa sensitifnya investor terhadap narasi politik global yang belum terverifikasi di kawasan Timur Tengah.
 

Baca Juga: Wall Street Lanjutkan Pemulihan Minggu Ini

Meski sempat diliputi volatilitas tinggi di tengah perdagangan, bursa saham AS berhasil mengakhiri hari di zona hijau pada penutupan Selasa, 24 Maret 2026. Indeks Dow Jones ditutup menguat ke posisi 46.208,47 atau naik 1,38%. Indeks S&P 500 juga menguat 1,15% ke level 6.581,00, sementara Nasdaq naik 1,38?n berakhir di posisi 21.946,76.

Kondisi pasar yang fluktuatif ini menjadi sorotan utama para analis, mengingat besarnya dampak pernyataan politik terhadap stabilitas ekonomi global di tengah konflik yang masih memanas.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)