Memiliki kehidupan layak di masa tua menjadi hal yang diinginkan setiap pekerja setelah purnatugas. Lewat kampanye Bulan Dana Pensiun, masyarakat diajak semakin sadar untuk mempersiapkan kehidupan masa tua sejak sekarang.
Menikmati di masa tua dengan layak menjadi hal yang harus dipersiapkan sejak usia produktif bekerja. Namun kondisi ketenagakerjaan di Indonesia nampaknya masih menghadapi tantangan terkait jaminan hari tua bagi pekerja.
Inilah yang menjadi semangat bagi PT Taspen dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk merangkul seluruh lapisan elemen masyarakat memahami pentingnya menyiapkan jaminan finansial untuk menopang kehidupan saat tua.
Dibalut dengan zumba bersama di kawasan Gelora Bung Karno, masyarakat antusias untuk menyimak edukasi mengenai dana pensiun bersama penyelenggara.
Direktur Operasional PT Taspen Tribuna Phitera Djaja menyebut penyelenggaraan Bulan Dana Pensiun sebagai gerakan dini sadar akan kehidupan cemerlang di masa tua.
“Bulan Dana Pensiun hadir sebagai gerakan kolaboratif untuk meningkatkan literasi inklusi dan kepesertaan dana pensiun mengusung tema Muda Berkarya Tua Bahagia. Kegiatan ini mengajak masyarakat mempersiapkan masa pensiun sedini mungkin melalui beberapa kegiatan edukatif dan inspiratif. Sejalan dengan hal tersebut, Taspen sebagai perusahaan asuransi sosial bagi ASN berkomitmen untuk terus meningkatkan awareness dan mendorong kesiapan pensiun sedini mungkin, khusus bagi ASN menuju masa pensiun yang sejahtera.” kata Direktur Operasional PT Taspen Tribuna Phitera Djaja, dikutip dari tayangan Primetime News Metro TV, Minggu, 6 September 2026.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli juga menyampaikan pentingnya mempersiapkan keuangan yang cukup untuk menopang hidup di masa pensiun. Sebab dari 155 juta angkatan kerja nasional saat ini, Indonesia tengah diuntungkan dengan bonus demografi ketika jumlah usia produktif cukup besar. Kelak mereka akan memasuki fase aging population, sehingga penting untuk menyusun kecukupan keuangan di hari tua.
“Ada 155 juta angkatan kerja Indonesia. Sekarang kita ada bonus demografi dan tidak berapa lama lagi kita akan menuju kepada aging population. Semakin banyak orang yang berada di usia bukan lagi usia kerja sesudah paska usia kerja. Dan tentu kita menginginkan bahwa mereka bisa tetap berkarya. Mereka tidak tergantung dari para pekerja yang produktif dan semoga ini program bersama bagaimana kita memperhatikan paska mereka bekerja dengan kick off Bulan Dana Pensiun ini bisa kita wujudkan dengan kolaborasi bersama.” ucap Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Frederica Widyasari Dewi menjelaskan literasi keuangan nasional yang cukup tinggi tidak diimbangi literasi keuangan dana pensiun yang masih terbatas di 22 pensiun secara nasional. Pengelolaan dana pensiun yang terukur akan membawa pekerja siap menikmati masa tua dengan nyaman dan tenang.
“OJK ini bikin satu survei tentang literasi dan inklusi di masing-masing sektor. Kalau secara nasional literasi keuangan secara nasional itu sudah 69 persen, artinya kalau dari 100 orang yang kita tanya ya 70 sudah ngertilah. Terus inklusinya malah lebih gede lagi, 93 persen-nya udah melakukan inklusi keuangan baik itu produk bank dan lain-lain. Tapi khusus untuk dana pensiun itu angkanya masih kecil ya, untuk literasinya masih 22 persen.” ucap Ketua OJK, Frederica Widyasari Dewi.
Regulator senantiasa memastikan pengelolaan uang milik pekerja yang diinvestasikan untuk hari tua dalam kondisi aman. Melalui kick off bulan dana pensiun yang diselenggarakan di sejumlah titik keramaian di berbagai kota, Taspen,
OJK dan berbagai stakeholder terus berupaya meningkatkan inklusi keuangan dana pensiun nasional agar pekerja telah memiliki kecukupan dan kesiapan dalam menikmati masa tua kelak.