Di Cianjur, Jawa Barat (Jabar) ada seorang calon jemaah haji berusia 96 tahun yang bersemangat mengikuti manasik haji sebelum berangkat ke Tanah Suci. Sementara itu, di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), seorang kakek berusia 92 tahun antusias mengikuti rangkaian persiapan haji walaupun menggunakan kursi roda.
Calon jemaah haji bernama Irah, warga Desa Sindangresmi, Kecamatan Takokak, Cianjur, Jawa Barat (Jabar) merupakan jemaah calon haji tertua tahun dari Kabupaten Cianjur. Irah lahir pada bulan Juli tahun 1929 sehingga usianya saat ini 96 tahun.
Irah sejak muda berjualan gorengan di rumahnya dan bercita-cita ingin menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Akhirnya pada tahun 2019, Irah bersama suami dan keluarga lainnya mendaftarkan diri, namun batal berangkat lantaran terhalang pandemi Covid-19.
Selain Covid-19, pada waktu itu suaminya terlebih dahulu dipanggil sang pencipta, namun pada tahun ini Irah akhirnya dinyatakan lolos persyaratan untuk menunaikan ibadah haji.
Rencananya Irah akan berangkat bersama besan, anak, dan menantunya.
Sementara menurut cucu Irah, awalnya nenek Irah akan berangkat pada tahun 2022 namun batal berangkat karena terhalang dengan beberapa hal. Dan akhirnya sekitar tiga pekan terakhir, nenek Irah mendapat panggilan dan dinyatakan lolos bisa berangkat ke Tanah Suci.
“Lalau nenek (96) sama ambu (92). Kalau daftar itu 2019 untuk pemberangkat itu di tahun 2022 tapi dikarenakan adanya Covid sehingga tertunda. Alhamdulillah saya sangat senang sekali, begitu juga nenek dan ambu saya sangat gembira beliau di antara jemaah ada yang sudah lansia,” kata cucu nenek Irah, Suhendar Al Asnawi.
Sementara itu, pada musim haji tahun 2025 terdapat calon jemaah haji di Kota Semarang yang berusia 92 tahun. Suwito, warga Pundak Payung, Semarang, Jateng rencananya akan berangkat ibadah haji bersama sang istri. Namun karena sakit, maka digantikan anaknya Darmiyati dan juga adiknya Winarto.
Sang ayah Suwito mendaftar haji pada tahun 2012. Seharusnya berangkat haji pada tahun 2024, namun karena sakit gejala stroke maka tertunda dan baru bisa berangkat tahun 2025.
Pada ibadah haji nanti, Suwito terpaksa menggunakan kursi roda.
“Pendaftaran pertama tahun berapa tahun 2012 baru berangkat hari ini. Jadi menunggu kemungkinan 14 tahun. Sebetulnya kalau Mbah ini kemarin sudah berangkat, tapi sakit stroke ditunda,” jelas Darmiyati
Kepala Kantor Kemenag Kota Semarang menuturkan jemaah yang menggunakan kursi roda tidak banyak. Namun pihaknya mengimbau khusus lansia yang mengalami keterbatasan berjalan diperbolehkan menggunakan kursi roda dan didampingi pihak keluarga.