Tak Hanya Padamkan Api, Satgas Darat Karhutla Sumsel Juga Selamatkan Satwa Liar

2 November 2026 09:42

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Sumatra Selatan selama dua bulan terakhir tidak hanya mengancam ekosistem lingkungan, tetapi juga habitat satwa liar. Menyikapi hal ini, Satuan Tugas (Satgas) Darat Karhutla Sumatra Selatan mengemban misi ganda yakni memadamkan titik api sekaligus melakukan operasi penyelamatan satwa liar. 

Berbagai satwa endemik dan dilindungi yang menjadi korban karhutla berhasil diselamatkan dari sejumlah titik rawan. Satwa-satwa tersebut langsung dievakuasi ke pusat rehabilitasi Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu di Kota Palembang untuk mendapatkan penanganan medis.

Komandan Korem (Danrem) 044/Gapo yang juga menjabat sebagai Dansatgas Karhutla Darat Sumsel, Brigjen TNI Khabib Mahfud, memaparkan bahwa pihaknya aktif melakukan patroli penyelamatan hingga ke kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan.

"Selain memadamkan api, Satgas Karhutla juga berupaya menyelamatkan satwa liar yang terdampak dan mengajak masyarakat untuk turut melakukan evakuasi. Belum lama ini, anggota kami berhasil menyelamatkan lutung kelabu, trenggiling, serta seekor kukang di daerah Gajah Mati, Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)," ungkap Brigjen TNI Khabib, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Senin 2 November 2026. 
 



Tim Satgas juga mengevakuasi sepasang kucing hutan dari area kebakaran di wilayah Muara Enim. Seluruh satwa yang berhasil dievakuasi kini berada di bawah pengawasan ketat tim dokter hewan di pusat rehabilitasi Punti Kayu.

Brigjen Khabib menegaskan bahwa pelepasan kembali satwa ke alam bebas tidak dilakukan secara sembarangan. Proses rehabilitasi berfokus pada pemulihan insting liar satwa sebelum mereka benar-benar siap dilepasliarkan.

"Perawatan di TWA Punti Kayu dilakukan secara terukur oleh dokter hewan. Selama satwa tersebut belum mampu bertahan hidup dan naluri liarnya belum kembali maksimal, kami tidak akan melepaskannya. Kami harus melatih dan menyiapkan mereka terlebih dahulu agar bisa bertahan di kehidupan alaminya," jelasnya.

Hingga saat ini, Satgas Karhutla Darat Sumsel masih berstatus siaga. Selain mengantisipasi munculnya titik api baru, Satgas juga terus berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat guna melindungi satwa-satwa yang kehilangan habitat pascakarhutla.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X