Tahir Foundation Bangun Ratusan Rumah untuk Korban Gempa Flores

29 October 2026 22:50

Manggarai Barat: Tahir Foundation berkomitmen membangun 200 unit rumah baru bagi korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur. Pembangunan rumah dengan estimasi anggaran sekitar Rp30 miliar itu ditargetkan rampung dalam enam bulan.

Komitmen tersebut disampaikan pendiri Tahir Foundation, Dato Sri Tahir, saat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa di Manggarai Barat. Selain pembangunan rumah, Tahir Foundation memberikan bantuan tunai sebesar Rp1 juta kepada masing-masing dari 1.000 warga, dengan total bantuan mencapai Rp1 miliar.

“Jadi kita harapkan 200 rumah kira-kira bisa Rp30 miliar, ya. Lalu kita hari ini juga ada suatu bantuan yang kecil saja, tiap orang Rp1 juta, jadi 1.000 orang, Rp1 miliar,” ujar Tahir dalam tayangan Primetime News Metro TV, Kamis 29 Oktober 2026. 

Dua bulan setelah gempa, kondisi warga terdampak masih memprihatinkan. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan, mulai dari retak hingga hancur. Warga yang mayoritas bekerja sebagai petani juga masih menghadapi kesulitan ekonomi, yang diperparah musim kemarau panjang.

Ahmad Lumanto, salah seorang warga terdampak gempa di Manggarai Barat, mengatakan warga masih membutuhkan material bangunan untuk memperbaiki rumah mereka, seperti semen, pasir, batu, dan beton.

Ia berharap bantuan dari berbagai pihak dapat membantu warga memulihkan kondisi tempat tinggal mereka setelah bencana.

“Terima kasih, Pak. Ya, mungkin bagi yang rezekinya agak berlebih, bisa mencontoh dari Bapak Tahir ini. Karena masyarakat mengharapkan bantuan-bantuan seperti ini, terutama juga dengan material-material untuk bangunannya,” ujar Lumanto. 

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi realisasi bantuan Tahir Foundation yang dinilainya berlangsung cepat, sekitar sepekan sejak komunikasi awal dilakukan.

Meski demikian, ia menegaskan warga masih membutuhkan hunian sementara (huntara), terutama bagi mereka yang rumahnya sudah tidak dapat ditempati. Kebutuhan tersebut menjadi semakin mendesak menjelang musim hujan.

“Hari ini sudah bisa realisasi. Kurang lebih seminggulah sudah bisa langsung dikonkretkan ini. Masyarakat NTT yang terkena bencana tentu membutuhkan yang terutama, karena ini menjelang musim hujan, tentu minimal huntara. Huntara untuk mereka bisa (berlindung), terutama (yang) rumah-rumahnya tidak bisa lagi ditempati, butuh huntara,” ujar Emanuel.

Kehadiran Tahir Foundation diharapkan dapat mendorong pihak swasta lainnya untuk turut berkontribusi dalam pemulihan pascabencana di Flores

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X