6 October 2026 10:57
Petugas gabungan dari tim Inafis Polda Jawa Timur, Gegana, Pemadam Kebakaran Surabaya, dan BPBD terus melakukan identifikasi serta mengumpulkan barang bukti guna memastikan penyebab pasti ledakan di area Ruko San Antonio, Perumahan Pakuwon City, Surabaya.
Dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, ledakan yang terjadi pada Selasa, 6 Oktober 2026 pagi pukul 07.11 WIB tersebut melanda kawasan pertokoan dan kuliner yang merupakan jalur utama serta pusat keramaian di perumahan tersebut.
Guna mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan mempermudah proses penyelidikan, petugas memperluas area sterilisasi di lokasi. Garis polisi (police line) yang semula dipasang dalam radius 20 meter kini diperlebar hingga mencapai radius 50 meter dari titik pusat ledakan. Selain itu, seluruh akses jalan utama dari dan menuju kawasan pertokoan Ruko San Antonio ditutup total.
Proses identifikasi dan pengumpulan alat bukti dipusatkan di sekitar Ruko Nasi Tempong yang diduga menjadi titik awal munculnya ledakan. Peristiwa ini menyebabkan lima orang pegawai restoran mengalami luka-luka, mayoritas berupa luka bakar. Para korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Haji Sukolilo sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya guna mendapatkan perawatan medis intensif.
Selain menimbulkan korban luka, ledakan merusak sedikitnya tujuh sepeda motor, empat mobil, dan satu truk yang terparkir dalam radius 10 hingga 20 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, bangunan ruko dalam radius 40 hingga 50 meter turut terdampak dengan kondisi kaca pecah serta runtuhnya plafon dan gipsum.