26 September 2016 23:08
Ada kader yang bermain halus, memunculkan nama selain Ahok di ruang-ruang rapat pimpinan. Ada pula kader yang terang-terangan menolak Ahok dan ada kader yang malu-malu mau beriringan lagi dengan Ahok. Mungkin PDIP terkesan galau memilih jagoannya di Ibu Kota. Tapi skenario banteng menunggu di ujung jalan, mampu menyedot perhatian publik. Mengapa PDIP mengumumkan jagoannya sehari sebelum pendaftaran KPU dibuka?