3 February 2026 19:05
Gubernur Bali, I Wayan Koster, merespons teguran keras Presiden Prabowo Subianto terkait masalah tumpukan sampah di kawasan wisata, khususnya Pantai Kuta. Koster menyatakan pihaknya akan segera membentuk satuan tugas (Satgas) khusus yang melibatkan TNI, Polri, dan Dinas Pendidikan untuk menjaga kebersihan pantai secara intensif.
Koster menjelaskan bahwa sampah yang menumpuk di Pantai Kuta merupakan fenomena tahunan sampah kiriman yang terbawa arus laut kencang dari luar daerah setiap musim hujan, khususnya pada periode Desember hingga awal Februari.
"Mengenai sampah di Pantai Kuta itu adalah sampah kiriman yang datangnya musiman. Arus besar membawanya dengan cepat," ujar Koster.
Baca Juga :
Gubernur mengakui, selama ini proses mobilisasi pembersihan memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam setelah sampah menepi. Namun, setelah mendapat arahan Presiden, ia menargetkan respons yang jauh lebih cepat.
"Saya akan membentuk satuan tugas untuk berjaga di pantai. Begitu sampah datang, langsung bisa dibersihkan. Tidak perlu menunggu 2 jam atau 3 jam," tegasnya.
Menjawab instruksi Presiden untuk melibatkan pelajar, Koster juga akan mengumpulkan Kepala Dinas Pendidikan guna mengoordinasikan pelibatan siswa dalam aksi bersih-bersih pantai tersebut.
Prabowo Geram Citra Wisata Rusak
Sebelumnya, dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Senin 2 Februari 2026, Presiden Prabowo meluapkan kekecewaannya terhadap kondisi kebersihan di destinasi wisata. Ia khawatir tumpukan sampah akan memperburuk citra pariwisata Indonesia di mata dunia.
Presiden bahkan secara spesifik meminta kepala daerah menggerakkan pelajar dari SD hingga SMA untuk melakukan kegiatan kerja bakti atau korve rutin di pantai.
"Gubernur, bupati, di bawah kendali saudara apa susahnya sih? Entah hari Sabtu atau Jumat, semua sekolah kumpul di pantai. Ini halaman kita, ayo bersihkan ramai-ramai," sentil Presiden Prabowo.