Presiden Prabowo Pastikan Seluruh Kritik Masyarakat Soal Program MBG Didengar

20 March 2026 16:05

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setiap kritik atas program untuk anak sekolah itu dipastikan didengar oleh pemerintah.

Sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga kualitas, pemerintah secara resmi telah mensuspensi sebanyak 1.030 dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG)  karena dinilai tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Langkah ini diambil setelah Presiden menerima laporan dan melakukan pengecekan langsung melalui tim khusus serta Badan Gizi Nasional (BGN).

"Iya, saya langsung cek. Panggil Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) dan saya terus cross-check," ujar Prabowo dalam sesi tanya jawab bersama jurnalis di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Kamis, 19 Maret 2026.
 

Baca juga:

BGN: MBG Pacu Pergerakan Ekonomi Daerah Lewat Dana Triliunan ke SPPG


Dalam laporannya, Presiden menyebutkan bahwa penutupan sementara ini merupakan hasil dari inspeksi mendadak (sidak) intensif yang dilakukan oleh timnya, termasuk Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, yang dikenal sangat disiplin dalam mengawasi operasional di lapangan. 

“Kalau dapur kamu mau survive lebih dari berapa bulan, kamu harus lulus sertifikasi kebersihan dan sertifikasi keamanan makanan,” tegas Presiden.

Selain pengawasan internal, pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk turut serta mengawasi jalannya program ini. Pemerintah menyediakan nomor telepon bebas pulsa agar siapa pun, mulai dari orang tua siswa hingga kepala sekolah, dapat menyampaikan keluhan atau komplain jika menemukan ketidaksesuaian di lapangan.

Lebih lanjut, titik koordinat dari setiap dapur MBG kini diketahui oleh masyarakat sekitar. Hal ini bertujuan agar publik memiliki akses langsung untuk memantau kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak mereka.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)