Pergerakan Jemaah Haji ke Arafah Dibagi 3 Gelombang

Mahmud Fauzi • 25 May 2026 12:22

Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah RI mulai mematangkan proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia menuju Arafah sebagai awal rangkaian puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Keberangkatan jemaah dijadwalkan dimulai pada 8 Zulhijah dan dilakukan secara bertahap dalam tiga gelombang.

Pembagian gelombang dilakukan guna memastikan pergerakan ratusan ribu jemaah berjalan tertib, aman, dan lancar selama proses perpindahan dari hotel di Makkah menuju Arafah.
 


Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaff, mengatakan pendorongan jemaah akan dibagi ke dalam tiga trip keberangkatan, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.

“Pada keesokan harinya 8 Zulhijjah, pendorongan jemaah Indonesia dari hotel menuju ke Arafah juga akan mulai dilakukan secara bertahap. Pergerakan jemaah akan dibagi dalam tiga trip, yaitu pukul 7 pagi, pukul 11.30 siang, dan pukul 16.30 sore waktu Arab Saudi,” ujar Maria.

Menurutnya, skema tersebut diterapkan untuk menghindari kepadatan selama mobilisasi jemaah menuju lokasi puncak haji.

Kementerian juga mengimbau seluruh jemaah agar mematuhi jadwal yang telah ditentukan serta mengikuti arahan petugas kloter, petugas sektor, hingga pembimbing ibadah selama proses pergerakan berlangsung.

“Kami menghimbau seluruh jemaah untuk mematuhi jadwal arahan petugas kloter, petugas sektor, pembimbing ibadah serta seluruh petugas layanan di lapangan. Jangan bergerak sendiri, jangan mendahului jadwal, dan kami harapkan untuk tidak terpisah dari rombongan,” kata Maria.

Ia menegaskan fase Armuzna merupakan tahapan paling penting dan paling padat dalam rangkaian ibadah haji sehingga membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan seluruh jemaah.

Selain proses transportasi, pemerintah juga terus mematangkan berbagai layanan penunjang di Armuzna. Mulai dari kesiapan tenda, konsumsi, layanan kesehatan, hingga penempatan petugas di sejumlah titik layanan.

“Karena fase Armuzna ini adalah tahapan paling penting, paling padat, dan juga paling membutuhkan kesiapan fisik, mental serta kedisiplinan dari seluruh jemaah. Karena itu seluruh layanan terus dimatangkan mulai dari kesiapan tenda, penempatan jemaah, transportasi, layanan kesehatan dan juga konsumsi,” lanjutnya.

Sementara itu, satuan tugas Arafah telah diberangkatkan lebih awal untuk memastikan seluruh fasilitas dan layanan bagi jemaah haji Indonesia siap digunakan selama fase puncak haji berlangsung.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)