Jakarta: Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia yang berlangsung selama 3 hari yaitu dari tanggal 6 sampai 8 Juli 2026. Ini merupakan kunjungan bilateral pertama Narendra Modi ke Indonesia untuk meningkatkan hubungan kedua negara yang lebih komprehensif.
Kunjungan kenegaraan Narendra Modi
Ada sejumlah kerjasama yang sudah diteken oleh kedua negara dimana Narendra Modi pada 7 Juli berkesempatan datang ke Istana Merdeka dan disambut langsung oleh
Presiden Prabowo Subianto. Kunjungan Narendra Modi di Indonesia ini menandai 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dengan India.
Pertemuan bilateral ini menghasilkan 16 kerja sama strategis di antaranya fokus kerjasama ini bergeser dari hubungan dagang atau perdagangan menjadi kemitran strategis di beberapa isu-isu, seperti pertahanan kemudian ekonomi, maritim dan juga teknologi hingga budaya.
Kesepakatan kerja sama Indonesia-India
Selain itu ada 16 kesepakatan yang sudah ditandatangani oleh kedua negara dan terdapat beberapa sektor-sektor prioritas di ntaranya ada 5 sektor prioritas, di antaranya adalah bidang pertahanan dan juga keamanan maritim. Ini adalah kerjasama yang cukup menonjol pada saat kedatangan Modi di Indonesia, mengingat Indonesia dan India sama-sama berbatasan dengan Samudera India, sehingga keamanan maritim menjadi isu yang strategis khususnya dalam penanggulangan kejahatan lintas negara.
Kemudian yang kedua ada pengembangan mineral dan juga industri baja menjadi fokus juga karena Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, sementara pihak dari India membutuhkan bahan baku industri untuk kendaraan listrik.
Selanjutnya, kerjasama lainnya adalah di bidang pertahanan. Indonesia dengan India sudah menandatangani untuk pengadaan sistem rudal Brahmos dan juga kolaborasi dalam bidang pengembangan rudal udara ke udara yang bernama Astra dan ada sejumlah kerjasama strategis di antaranya adalah di bidang pertahanan.
Bidang pertahanan tentu saja menjadi isu yang paling mendapatkan perhatian untuk saat ini adanya kesepakatan pengadaan rudal supersonic Brahmos dan juga Astra dan Indonesia menjadi negara ketiga yang membeli Brahmos setelah Filipina dan Vietnam. Nilai kerjasama di bidang pertahanan ini diperkirakan mencapai Rp10 triliun. Kerjasama ini juga mencakup pelatihan dan juga pemeliharaan serta pengembangan industri.
Highlight kerja sama paling strategis
Di bidang ekonomi, Indonesia dan India sepakat melakukan penguatan rantai pasok mineral kritis dan juga melakukan investasi di bidang industri baja. Perdagangan kedua negara hingga saat ini sudah mencapai USD28 miliar. Ini menjadikan India salah satu mitra dagang terbesar Indonesia di kawasan Asia Selatan.
Untuk di bidang maritim, kedua negara sepakat untuk sama-sama memperkuat pengamanan, khususnya di Samudera Hindia, Selat Malaka, dan juga di jalur perdagangan internasional. Untuk rantai pasok global dan kerjasama ini tentu saja mendukung visi dari India dan juga Indonesia yang berada di kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, stabil dan juga aman.
Selanjutnya ada beberapa alasan yang menunjukkan bahwa kunjungan Perdana Menteri Modi ini cukup strategis artinya bagi Indonesia mengingat hubungan Indonesia dengan India ini sudah terjalin sejak 1949, dan India adalah salah satu negara yang menjalin hubungan dan juga mengakui hubungan diplomatik dengan Indonesia setelah kemerdekaan tahun 1945.
Mengapa kunjungan PM Modi penting?
Mengapa kunjungan Perdana Menteri Modi ini menjadi sangat penting? Yang pertama adalah untuk memperkuat posisi Indonesia di kawasan Indo-Pasifik dan juga membuka peluang investasi baru, baik itu di sektor mineral kritis baja, kemudian teknologi digital seperti AI atau Artificial Intelligence, kemudian di bidang ekonomi digital, dan juga di bidang Kesehatan.
Nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dengan India ini mencapai puluhan miliar dolar Amerika Serikat setiap tahunnya. Kemudian yang ketiga adalah memberikan diserfikasi atau alternatif kerjasama pertahanan dengan negara-negara barat dan juga mempererat hubungan budaya melalui restorasi Candi Prambanan. Mengapa yang dipilih adalah Candi Prambanan? Karena Candi Prambanan adalah warisan dunia UNESCO dan juga kompleks Candi Hindu terbesar di Indonesia. Ini merupakan bentuk self-diplomasi pemirsa di bidang atau di sektor pariwisata.
Kemudian yang terakhir adalah untuk memperkuat posisi Indonesia dan juga India sebagai dua kekuatan yang berada di global south sehingga secara geopolitik pemirsa kerjasama ini menunjukkan Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan terus memperluas kemitraan dengan berbagai negara.
Mengutip beberapa pidato dari Presiden Prabowo Subianto dan juga Perdana Menteri Modi dalam beberapa kesempatan di sini dikatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia dan India adalah dua negara yang demokrasi besar yang memiliki kepentingan sama-sama untuk menjaga stabilitas di kawasan dan juga memperkuat ketahanan ekonomi serta memperdalam kemitraan strategis di beberapa bidang.
Pernyataan ini tentu saja mencerminkan arah baru dari hubungan Indonesia dengan India yang tidak hanya berhubungan di bidang perdagangan namun juga menjadi mitra strategis untuk jangka panjang ke depannya sementara itu quotes atau kutipan pidato dari Perdana Menteri Modi menyatakan bahwa 'India follows the path of development not expansionism'. Artinya bahwa India ingin memperkuat pengaruhnya melalui pembangunan ekonomi bukan sekedar ekspansi wilayah saja dan pernyataan ini menjadi bagian strategi X is policy untuk memperkuatkan hubungan dengan negara-negara di Asia Tenggara, salah satunya adalah Indonesia.
Tentu saja kunjungan Perdana Menteri Modi ini tidak hanya menghasilkan 16 kesepakatan namun juga menandai babak baru dari hubungan antara Indonesia dengan India di bidang hard power seperti pertahanan kemudian economic power, perdagangan dan soft power di bidang budaya.