Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah (Jateng) mengklaim keberhasilan program peningkatan produktivitas pertanian melalui target 1 hektare 10 ton. Klaim tersebut diperkuat dengan hasil saat panen raya di Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong yang mencatat produktivitas mencapai 10,28 ton per hektare.
Keberhasilan program 1 hektare 10 ton di Kabupaten Pati Jawa Tengah dinilai bukan sekedar faktor keberuntungan. Pelaksana tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan capaian ini merupakan hasil dari pendampingan pertanian yang dilakukan secara intensif dan berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga desa.
Panen raya di Desa Bumiharjo Kecamatan Winong menjadi bukti konkret kalau target produktivitas tinggi yang dicanangkan Pemkab Pati sangat realistis untuk dicapai petani.
Salah satu kunci keberhasilan program adalah optimalisasi penggunaan pupuk. Pemkab Pati mengombinasikan pupuk subsidi dengan pupuk pendukung secara tepat sehingga produktivitas padi yang sebelumnya hanya berkisar 5 hingga 7 ton per hektar kini meningkat signifikan.
Keberhasilan program di Pati diharapkan bisa direplikasi di daerah lain sebagai bagian dari strategi nasional menuju swasembada pangan berkelanjutan.
"10 ton bisa terbukti. Ini program yang luar biasa dan sekali lagi tim kami dari pertanian dan staf semuanya sudah bekerja keras dari kecamatan ke desa semua untuk melaksanakan sosialisasi 10 ton," kata dia dikutip dari
Newsline, Metro TV, Senin, 9 Februari 2026.
"Insya allah semua beres dengan pupuk-pupuk yang mungkin bisa membantu untuk peningkatan produktivitas padi ini. Petaninya tadi tetap masih pakai 100 persen pupuk subsidi tapi ada pupuk dari Suma sehingga yang biasanya di sini sekitar 5 sampai 7 ton sekarang ini bisa menghasilkan 10,2 ton." tambahnya.