Sebut Ada Rekayasa TKP, Peneliti Simpulkan Kurt Cobain Dibunuh

1 March 2026 13:13

Jakarta: Hampir 32 tahun berlalu sejak kematian tragis vokalis band grunge Nirvana, Kurt Cobain. Kini, sebuah tim peneliti forensik independen dari sektor swasta memunculkan kesimpulan mengejutkan bahwa sang musisi legendaris tersebut tidak tewas karena bunuh diri, melainkan dibunuh.

Kesimpulan ini ditarik setelah peneliti independen Michelle Wilkins bersama spesialis kasus overdosis dan trauma tembakan, Brian Burnett, menelaah kembali hasil autopsi serta materi tempat kejadian perkara (TKP).

"Ini pembunuhan. Kita harus melakukan sesuatu perihal ini," tegas Michelle Wilkins, dikutip dari Daily Mail, Minggu, 1 Maret 2026.
 

 

Ketidakkonsistenan Hasil Autopsi

Dalam sebuah makalah yang telah melalui proses peer-review, tim peneliti memaparkan sepuluh poin bukti yang menyiratkan bahwa Cobain diduga diadang oleh satu penyerang atau lebih. Para penyerang diduga memaksa Cobain mengalami overdosis heroin untuk melumpuhkannya, lalu menembak kepalanya, meletakkan senjata di pelukannya, dan meninggalkan catatan bunuh diri palsu.

Wilkins menuturkan bahwa terdapat tanda-tanda medis yang menepis teori kematian instan akibat tembakan senapan. Autopsi menunjukkan adanya cairan di paru-paru, pendarahan pada mata, serta kerusakan otak dan hati.

“Nekrosis pada otak dan hati terjadi pada kasus overdosis. Itu tidak terjadi pada kematian akibat senapan. Ada hal-hal dalam autopsi yang membuat kita berpikir, orang ini tidak meninggal dengan sangat cepat akibat ledakan senapan," jelas Wilkins.

Selain kejanggalan medis, Wilkins juga menyoroti kondisi TKP di rumah Cobain di Lake Washington Boulevard, Seattle. Ia menilai lokasi penemuan jenazah pada 8 April 1994 itu seolah sudah diatur sedemikian rupa layaknya sutradara mengarahkan adegan film.
"Mereka ingin kalian benar-benar yakin bahwa ini adalah bunuh diri. Tanda terima pembelian senapan dan peluru ada di sakunya. Peluru-peluru itu berjajar di dekat kakinya," tutur Wilkins.

Bantahan dari Otoritas Resmi

Pada penyelidikan awal 1994, polisi menyimpulkan bahwa gitaris berusia 27 tahun itu menyuntikkan heroin sepuluh kali lipat dari dosis pengguna berat sebelum mengakhiri hidupnya. Penyebab resmi kematian ditetapkan sebagai bunuh diri menggunakan senapan Remington Model 11 kaliber 20 gauge.

Menanggapi klaim investigasi baru ini, Kantor Pemeriksa Medis King County tetap bersikukuh pada hasil penyelidikan awal mereka.
“Kantor Pemeriksa Medis King County bekerja sama dengan aparat penegak hukum setempat, melakukan autopsi lengkap, dan mengikuti seluruh prosedur dalam menentukan cara kematian sebagai bunuh diri,” tegas juru bicara instansi tersebut.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Daffa Yazid Fadhlan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)