150 Ton Ikan Sapu-Sapu Berhasil Ditangkap di Kelapa Gading

17 April 2026 15:36

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menggencarkan operasi penangkapan ikan sapu-sapu di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya besar membersihkan sungai sekaligus mengendalikan populasi spesies invasif yang dinilai merusak ekosistem.

Di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, misalnya. Operasi yang dimulai sejak pagi tadi, Jumat, 17 April 2026, berhasil menjaring lebih dari 150 ton ikan sapu-sapu. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kepada seluruh jajaran pemerintah kota untuk melakukan pembersihan kali secara masif.

Operasi penangkapan tidak hanya dilakukan di Jakarta Utara, tetapi juga diperluas ke seluruh wilayah administrasi. Mulai dari Jakarta Barat, Selatan, Timur hingga Pusat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan pembersihan secara berkelanjutan.

Upaya ini juga melibatkan partisipasi masyarakat. Di beberapa wilayah, seperti RW 06 Kelapa Gading, warga bahkan menggelar sayembara dengan memberikan imbalan Rp5.000 per kilogram ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap.

Langkah ini dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran sekaligus mempercepat pengendalian populasi ikan invasif tersebut.

Mengapa Ikan Sapu-Sapu Diberantas?

Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang mampu berkembang biak dengan cepat dan mendominasi perairan. Kehadirannya sering dikaitkan dengan kondisi lingkungan yang tercemar.

Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat populasi ikan ini telah menyebar hingga sekitar 60 persen perairan di Jakarta. Angka tersebut menunjukkan tingkat invasi yang cukup serius.

Selain itu, ikan sapu-sapu memiliki karakteristik sebagai pembersih dasar perairan, namun dalam jumlah besar justru mengganggu keseimbangan ekosistem. Mereka dapat memangsa telur ikan lain dan mengganggu rantai makanan alami.
   

Ancaman bagi Ekosistem dan Infrastruktur


Dampak keberadaan ikan sapu-sapu tidak hanya terbatas pada lingkungan perairan. Dalam jumlah besar, spesies ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem sungai, menjadi predator bagi spesies lokal, dan merusak struktur tanah di sekitar bantaran sungai

Bahkan, aktivitas ikan ini dapat menyebabkan kerusakan fisik pada infrastruktur seperti tanggul dan dinding sungai. Lubang-lubang yang ditimbulkan berpotensi mempercepat kerusakan dan meningkatkan risiko banjir.

Berbahaya Jika Dikonsumsi

Selain berdampak pada lingkungan, ikan sapu-sapu juga dinilai tidak aman untuk dikonsumsi. Hal ini karena ikan tersebut hidup di perairan yang tercemar dan berpotensi mengandung polutan berbahaya.

Kandungan residu dalam tubuh ikan disebut dapat mencapai tingkat tertentu yang berisiko bagi kesehatan manusia. Karena itu, hasil tangkapan dalam operasi ini tidak diperuntukkan untuk konsumsi, melainkan dimusnahkan dengan cara dikubur agar tidak berkembang biak kembali.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)