NEWSTICKER

Menkeu Sri Mulyani: Pemerintah Tetap Beri Subsidi BBM untuk Masyarakat

3 September 2022 13:45

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan bahwa pemerintah akan tetap mengalokasikan subsidi BBM bagi masyarakat antara Rp591 triliun, Rp605 triliun atau Rp649 triliun dengan berpatokan harga minyak mentah Indonesia atau ICP. Ia mengatakan akan melakukan pemantauan terhadap dampak inflasi dan pertumbuhan ekonomi serta kemiskinan dari kenaikan BBM yang diumumkan oleh Menteri ESDM.

Pemerintah telah menaikkan anggaran subsidi sebesar tiga kali lipat dalam bentuk subsidi untuk BBM dan LPG yang awalnya hanya Rp77,5 triliun menjadi Rp149,4 triliun. Sedangkan untuk listrik dari Rp56,5 triliun naik ke Rp59,6 triliun, kompensasi untuk BBM dari Rp18,5 triliun jadi Rp252,5 triliun dan kompensasi untuk listrik naik dari 0 menjadi Rp41 triliun. Adapun total subsidi dan kompensasi untuk BBM, LPG, listrik itu mencapai Rp502,4 triliun. 

Angka Rp502,4 triliun dihitung berdasarkan rata-rata dari ICP yang bisa mencapai USD105 per barel dengan kurs Rp14.700 per dollar AS dan volume dari pertalite yang diperkirakan akan mencapai 29 juta kiloliter, sedangkan volume dari solar bersubsidi adalah 17,44 juta kiloliter. 

Pemerintah terus melakukan penghitungan dengan harga minyak ICP yang turun ke USD90 maka subsidi masih akan atau harga rata-rata satu tahun ICP itu masih di USD98,8 atau hampir USD99. Jika harga minyak turun sampai di bawah USD90, maka keseluruhan tahun rata-rata ICP Indonesia masih di USD97. 

Dengan perhitungan itu, maka angka kenaikan subsidi yang sudah disampaikan di media dari Rp502 triliun tetap akan naik Rp653 triliun. Perkembangan ICP akan terus dimonitor karena memang suasana geopolitik dan proyeksi ekonomi dunia masih akan sangat dinamis.