NEWSTICKER

Ada Parpol yang Desak Presiden untuk Reshuffle?

8 January 2023 21:09

Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate meminta agar jangan ada kelompok politik yang membuat kegaduhan untuk memperkeruh stabilitas politik nasional dengan memainkan isu reshuffle kabinet. Dorongan untuk melakukan reshuffle kabinet terus di-framing karena partai politik mulai menjalin koalisi menuju Pemilu 2024. 

“Jangan sampai ruang publik diprovokasi dengan framing-framing yang dibangun oleh pihak dan kelompok tertentu yang dengan sengaja mengganggu stabilitas politik,” ujar Johnny di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (8/1/2023).

Sementara Ketua DPW NasDem Saan Mustopa mengatakan, saat ini partai yang paling getol untuk menyuarakan soal reshuffle adalah PDIP. Saan menyebut bahwa PDIP terkesan mendorong dan mendesak Presiden Joko Widodo. 

“PDIP getol sekali menyuarakan reshuffle bahkan dalam tanda kutip seakan-akan mendesak dan mungkin juga bisa dikatakan mendikte presiden untuk melakukan reshuffle dan lebih spesifiknya ditujukan kepada menteri dari kader NasDem,” ujar Saan dalam Program Prime Time News, Metro TV, Minggu (8/1/20023).

Saan menambahkan, reshuffle adalah hal yang wajar secara konstitusional yang menjadi hak prerogatif presiden. Pihaknya tidak keberatan jika reshuffle dilakukan oleh presiden secara objektif dan dengan tujuan untuk evaluasi kerja serta tanpa adanya desakan dari partai politik manapun. 

Direktur Eksekutif Voxpol Centre Research Center Pangi Chaniago menilai reshuffle kabinet belum begitu mendesak mengingat hasil kepuasan presiden dengan kinerja para menterinya masih di atas 60%. Menurut Pangi, isu reshuffle ini mencuat setelah adanya kalkulasi politik dari partai tertentu. 

“Rasa-rasanya reshuffle ini tidak lagi murni agenda letupan kinerja, tetapi lebih besar letupan politik atau yang saya khawatirkan jangan sampai niat reshuffle adalah soal reshuffle berbasis Anies,” ujar Pangi Chaniago.