NEWSTICKER

Pakar Hukum: Keterangan Saksi Membuat Kasus Pembunuhan Brigadir J Semakin Terang Benderang

2 November 2022 12:46

Sidang lanjutan dengan terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf dalam kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2022). Menurut Pakar Hukum Pidana UI Akhiar Salmi menilai persidangan perkara kasus pembunuhan berencana ini semakin terang benderang melalui saksi-saksi yang diperiksa.

"Yang kita cari kan kebenaran-kebenaran materiel, kebenaran yang sesungguhnya dalam hukum pidana ini. Di dalam kebenaran materiel itu, kunci utamanya adalah saksi sebetulnya. Kalau kita lihat dari alat bukti yang ada dibandingkan dengan kebenaran formal yang dicari di dalam hukum perdata," ujar Pakar Hukum Pidana UI Akhiar Salmi dalam tayangan Breaking News Metro TV, Rabu (2/11/2022)

Menurut Akhiar Salmi, jika di dalam Kitab Undang-Undang Acara Pidana (KUHAP) urutan yang pertama alat bukti yang diatur dalam Pasal 184 KUHAP adalah saksi. Dengan hadirnya saksi sudah terdapat secercah harapan untuk kasus pembunuhan Brigadir J.

Akhiar Salmi menjelaskan bahwa keterangan saksi Vera Simanjutak ketika melakukan pembicaraan dengan Yosua menunjukkan sesuatu yang akan menimpa Yosua memang benar-benar terbukti, maka kejadian tersebut akan mengarah ke Pasal 340 KUHAP. Tinggal nanti mencari siapa orang di balik yang mengancam Yosua.

Sementara itu, Kuasa Hukum Richard Eliezer, Ronny Talapesy menilai persidangan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di PN Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022), menunjukkan bahwa apa yang disampaikan oleh keluarga Nofriansyah Yosua Hutabarat merupakan kesaksian yang mereka lihat sendiri.

"Kita bicara saksi fakta ya, keluarga orang tuanya (Yosua) kemudian tantenya, Reza terkait apa yang mereka rasakan sendiri. Tetapi kalau keterangan yang disampaikan oleh keluarga Yosua itu tidak jauh berbeda dengan apa yang sudah disampaikan di persidangan Richard Eliezer," ujar Kuasa Hukum Richard Eliezer Ronny Talapesy dalam tayangan Breaking News Metro TV, Rabu (2/11/2022).

Ronny juga memperhatikan terdakwa Ferdy Sambo juga telah menyampaikan permohonan maaf. Pihak Kuasa Hukum Richard Eliezer menilai hal tersebut merupakan pengakuan atas suatu perbuatan bahwa tindak pidana yang telah terjadi tidak lepas dari apa yang disampaikan oleh Ferdy Sambo.

"Ini menjadi satu titik terang sehingga dalam proses berikutnya hakim bisa menggali keterangan-keterangan saksi atau ahli atau alat bukti yang lain," jelas Ronny Talapesy