Komnas HAM Sebut Gas Air Mata Jadi Pemicu Jatuhnya Korban Tragedi Kanjuruhan

12 October 2022 18:58

Hasil inveigasi Komnas HAM menunjukan seluruh pintu Stadion Kanjuruhan terbuka saat kerusuhan terjadi, termasuk pintu 13 yang menjadi titik paling banyak ditemukan korban meninggal dunia. Selain itu, Komnas HAM menegaskan gas air mata menjadi pemicu jatuhnya ratusan korban di Stadion Kanjuruhan.

Mengenai hal tersebut, Komisoner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan pihaknya sudah memverifikasi ke beberapa pihak soal terbukanya pintu pada Tragedi Kanjuruhan.

"Komnas HAM sudah memverifikasi dengan bertemu saksi, korban dan juga panitia pelaksana yang memang memastikan bahwa pintu Stadion Kanjuruhan pada kejadian itu terbuka. Akan tetapi, memang ukurannya sangat kecil," jelas Komisoner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara.

Menurut Beka, korban yang memberikan keterangan bahwa pada saat kejadian posisi pintu tertutup itu dikarenakan panik.

"Jadi, memang kondisi tangga menuju pintu itu curam. Sehingga, banyak penonton berdesak-desakan. Jadi, jika dilihat dari atas memang pintu tidak terlihat terbuka atau tertutup sehingga banyak kemudian menyimpulkan pintu tertutup. Namun, temuan dan fakta-fakta kami di lapangan berbeda," ujar Komisoner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara.

Selain itu, Komisoner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara juga mengatakan Komnas HAM bisa memastikan tembakan gas air mata menjadi pemicu jatuhnya korban. Karena ketika gas air mata itu ditembakan ke arah tribun, timbul kepanikan dan itu menjadi penyebab utama sehingga banyak jatuhnya korban

Berdasarakan temuan-temuan tersebut, Komnas HAM berencana akan meminta keterangan PSSI, PT LIB dan broadcaster serta meminta pendapat dari ahli hukum olahraga soal peraturan FIFA, statuta PSSI dan juga SOP yang digunakan di setiap pertandingan.

(M. Khadafi)


Close Ads X
Close Ads X