NEWSTICKER

Mencari Solusi Bengkaknya Subsidi Energi

16 August 2022 15:59

Pada tahun ini pemerintah sudah menambahkan subsidi energi, namun penggunaan BBM bersubsidi khususnya Pertalite masih tetap melampaui kuota yang disiapkan pemerintah. Presiden Jokowi menyebutkan, subsidi energi tengah di hitung ulang dikarenakan sudah terlalu besar. 

Sebanyak Rp502 triliun untuk subsidi energi telah digelontorkan, untuk mengisi selisih harga perekonomian dengan harga jual Pertamina. Namun anggaran masih belum cukup karena berdasarkan hasil perhitungan bendahara negara Sri Mulyani Indrawati, penggunaan BBM bersubsidi Pertalite jauh melampaui kuota yang ditetapkan negara.

Volume penggunaan Pertalite pada 2022 diestimasikan mencapai 28 juta kiloliter, sedangkan kuota yang ditetapkan pemerintah hanya sebanyak 23 juta kiloliter

Presiden Jokowi mengungkap pihaknya tengah menghitung ulang subsidi energi dan menyebut subsidi energi yang besar tidak baik jika terus dipertahankan dikarenakan APBN memiliki keterbatasan.

Pemerintah saat ini masih mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga komoditas di pasar global, yang berarti pemerintah saat ini masih mampu memberikan subsidi energi. 

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyebut, pemerintah sangat perlu memperhatikan besaran subsidi BBM. Pemerintah Non-Legislatif, sedang membahas skema penyaluran subsidi energi yang lebih tepat sasaran. Tagihan peningkatan volume BBM bersubsidi dan selisih nilai tukar yang terus meningkat akan membebani APBN pada semester ke-II 2022.