NEWSTICKER

Fact Check: Teror Penembakan Kantor MUI Pusat

N/A • 3 May 2023 12:32

Penembakan terjadi di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Selasa (2/5/2023). Penembakan itu diyakini merupakan aksi lone wolf dan tidak melibatkan organisasi teroris tertentu. 

Awalnya pelaku datang menyambangi kantor MUI Pusat. Tujuannya untuk bertemu dengan Ketua MUI. 

Saat itu di kantor MUI sedang berlangsung acara halalbihalal. Dengan demikian, pelaku ditolak bertemu dengan Ketua MUI karena tidak bisa menjelaskan maksud dan tujuan.

Kemudian, pelaku langsung mengeluarkan senjata airsoft gun dan melakukan tembakan ke arah pintu kaca. Akibatnya, beberapa staf mengalami luka. 

Pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke Polsek Menteng. Setelah tiba di Polsek Menteng, pelaku pingsan dan dibawa ke Puskesmas Menteng. 

Setelah pelaku dibawa ke Puskesmas Menteng, dokter yang memeriksa pelaku menyatakan bahwa pelaku meninggal dunia. Diduga, pelaku meninggal karena serangan jantung. 

Usai penembakan, polisi telah berhasil mengantongi identitas pelaku. Pelaku diketahui bernama Mustopa NR (60), warga Lampung.

Kepolisian juga telah memaparkan sejumlah fakta pelaku Mustopa. Fakta-fakta tersebut antara lain:

- Pelaku residivis pengrusakan objek vital (DPRD Lampung). 
- Pelaku menulis surat ke Polda Metro Jaya. 
- Pelaku menukis surat untuk MUI 'Surat yang ke-6'
- Pelaku mengaku nabi
- Ditemukan banyak obat-obatan di tas pelaku

Pelaku melakukan penembakan di Kantor MUI diduga untuk mendapat pengakuan bahwa dirinya adalah wakil nabi. Motif tersebut diungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi.
(Silvana Febriari)