Kebijakan ESDM Prorakyat Pemerintahan Prabowo

21 October 2025 22:50

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan komitmennya untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dalam satu tahun masa pemerintahan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong realisasi program-program strategis di sektor migas, demi mewujudkan agenda energi nasional yang kuat secara kebijakan dan berdampak nyata di lapangan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa arah kebijakan energi dalam pemerintahan saat ini tetap berpijak pada Pasal 33 UUD 1945, yang menempatkan pengelolaan energi sebagai bagian dari prinsip demokrasi kerakyatan.

“Pak Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia) selalu mengingatkan bahwa energi adalah bagian dari hak rakyat. Karena itu, seluruh program harus sesuai dengan semangat demokrasi ekonomi," jelas Laode dalam Primetime News Metro TV, Selasa 21 Oktober 2025. 

Salah satu fokus utama tahun ini adalah peningkatan akses energi, khususnya gas bumi, sebagai bagian dari upaya transisi menuju Net Zero Emission. Laode menyebut, meskipun Indonesia memiliki sumber daya gas yang besar, pemanfaatannya masih memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai.

Pemerintah saat ini tengah menuntaskan proyek besar pembangunan pipa transmisi gas bumi, baik di Pulau Jawa maupun Sumatera. Dua proyek utama yang menjadi sorotan adalah Pipa Cisem (Cilacap–Semarang) di Pulau Jawa, sepanjang 245 km dari Batang hingga Kandanghaur Timur. Proyek ini dijadwalkan selesai pada pertengahan 2026. Lalu proyek pipa transmisi Sumatera Utara–Riau sepanjang 541 km, yang akan menghubungkan Aceh hingga Sumatera Selatan dan terkoneksi langsung ke Pulau Jawa.

Dengan selesainya proyek-proyek tersebut, Indonesia akan memiliki jaringan pipa interkoneksi strategis dari ujung Sumatera hingga ke Jawa Barat, memungkinkan distribusi gas dari wilayah surplus ke wilayah yang kekurangan pasokan.

Gas dari Wilayah Kerja (WK) Andaman, misalnya, yang diproyeksikan mulai produksi besar di awal 2029, akan bisa langsung dialirkan ke berbagai kawasan melalui pipa transmisi ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)