21 August 2026 18:50
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan selama tiga hingga empat minggu atau satu bulan kedepan seiring dengan masih berlangsungnya rangkaian gempa susulan pascagempa bermagnitudo 7,7.
"Prediksi kami, gempanya akan mulai meluruh dan stabil sekitar tiga sampai empat minggu ke depan. Namun, bukan berarti tidak ada gempa lagi, hanya saja frekuensinya akan semakin menurun," jelas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat 21 Agustus 2026.
Masyarakat diminta untuk menghindari bangunan yang telah mengalami kerusakan atau retakan. Hal ini dikarenakan guncangan gempa susulan, meskipun kekuatannya lebih kecil dari gempa utama, tetap berpotensi memperparah kerusakan struktur bangunan, memperlebar keretakan jembatan, hingga memicu tanah longsor.
"BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik. Bagi warga yang rumahnya telah rusak atau retak, diharapkan tidak kembali menempati bangunan tersebut untuk sementara waktu," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kekuatan gempa susulan secara teori tidak akan melebihi kekuatan gempa utama (M 7,7). Hingga hari keenam setelah gempa utama, rata-rata gempa susulan maksimum tercatat berada pada magnitudo 6,2. Beberapa gempa signifikan dengan magnitudo 5,6 hingga 5,7 juga masih terjadi secara berkala.